DPR Minta TNI Kejar Pelaku Penembakan Dua Prajuritnya Secara Terukur

Senin, 25 Januari 2021 11:23

RIZKY AULIA

Kontak senjata antara TNI dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat (22/1) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan dua prajurit TNI gugur. 

Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Natakusumah mengatakan, kejadian tersebut harus direspons TNI dengan tindakan yang terukur. Dia mendesak intelijen strategis beserta lembaga intelijen lainnya harus mencari para pelaku sampai ketemu.

"Tindak para pelaku dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata politisi Demokrat itu, Sabtu (23/1).

Menurutnya, upaya terukur dari TNI akan berdampak luas terhadap upaya Pemerintah Indonesia dalam menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. "Jangan sampai ada respons yang berlebihan dari TNI untuk menanggapi hal ini," ujarnya. 

Apabila TNI membalas dengan cara membabi buta, maka rangkaian kekerasan terhadap aparat keamanan Indonesia yang dilakukan KKB akan terus berlangsung. "Yang ada citra Indonesia di mata internasional juga akan buruk," ungkap putra dari pasangan Politisi PKS Dimyati Natakusumah dan Bupati Pandegelang Irna Narulita itu. 

Rizki mengingatkan hal semacam ini perlu dihindari. Penanganan ancaman di Papua perlu diatasi secara taktis. Pasalnya, dunia internasional terus mengawasi. Oleh karena itu, penanganan di lapangan harus dibarengi dengan upaya politik antarnegara yang paralel. "Agar permasalahan ini dapat mereda," sebut.

Diketahui, dua prajurit kusuma bangsa yang gugur akibat selongsong peluru KKB Papua bernama Pratu Roy Vebrianto dan Pratu Dedi Hamdani. Keduanya merupakan prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Penyangga (Mobile) Yonif Raider 400/Banteng Raiders dari Batalyon Infanteri Raider 408/Suhbrastha, Komando Daerah Militer IV Diponegoro. [UMM]

Berita Lainnya

Nasional

Pemerintah Harus Berikan Dukungan Maksimal Pemilu Serentak 2024, Anwar Hafid: Khususnya Anggaran

Nasional

Mantu Luhut Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad, Legislator Demokrat: Jangan Lagi Berpatokan Cara-cara Kuno

Nasional

Didatangi Waketum, Ketua Demokrat Lampung Sampaikan Tiga Laporan

Nasional

Legislator Kalteng Ini Geram Edi Mulyadi Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak

Nasional

ZA Hadir, Warga dan SAD di Pelepat Dapat Pengobatan Gratis

Nasional

Marwan Cik Asan Ingin Kejayaan Demokrat di Lampung Bisa Diraih Kembali

Nasional

Arteria Dahlan Singgung Penggunaan Bahasa Sunda, Dede Yusuf Beri Balasan Menohok

Nasional

Program Rehabilitas Narkoba Jadi Ajang Bisnis Aparat Penegak Hukum, Komisi III DPR: Ada Sikap Banci dari Negara Terhadap Penyalagunaan Narkotika

Berita: Nasional - Pemerintah Harus Berikan Dukungan Maksimal Pemilu Serentak 2024, Anwar Hafid: Khususnya Anggaran •  Nasional - Mantu Luhut Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad, Legislator Demokrat: Jangan Lagi Berpatokan Cara-cara Kuno •  Nasional - Didatangi Waketum, Ketua Demokrat Lampung Sampaikan Tiga Laporan •  Nasional - Legislator Kalteng Ini Geram Edi Mulyadi Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak •  Nasional - ZA Hadir, Warga dan SAD di Pelepat Dapat Pengobatan Gratis •  Nasional - Marwan Cik Asan Ingin Kejayaan Demokrat di Lampung Bisa Diraih Kembali •  Nasional - Arteria Dahlan Singgung Penggunaan Bahasa Sunda, Dede Yusuf Beri Balasan Menohok •  Nasional - Program Rehabilitas Narkoba Jadi Ajang Bisnis Aparat Penegak Hukum, Komisi III DPR: Ada Sikap Banci dari Negara Terhadap Penyalagunaan Narkotika •