DPR Minta Pemerintah Terus Bantu Pelaku Usaha Wisata

Minggu, 20 September 2020 10:38

DEDE YUSUF (1)

Belum adanya langkah konkret pemerintah dalam melakukan penanganan hingga penekanan angka penyebaran Corona atau COVID-19 di tanah air diprediksi akan berdampak ke sejumlah lini sektor salah satunya pariwisata.

Hal tersebut bahkan diakui oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Macan Yusuf Effendi yang menilai pemerintah tidak mempunyai langkah tegas guna menekan angka penyebaran corona di tanah air.

Pasalnya, kata Dede begitu ia disapa, tidak adanya pemberlakuan aturan main yang tegas dalam menekan angka penyebaran corona akan berdampak kepada sektor pariwisata lantaran hilangnya kepercayaan masyarakat.

"Coba dari dulu aturan main diterapkan dengan baik langsung lockdown dua minggu, 3 minggu. Sekarangkan, PSBB buka, PSBB Buka. Itukan menimbulkan trust dari masyarakat yang tidak tumbuh kepada pemerintah," kata Dede Yusuf kepada wartawan, Sabtu (18/9/2020).

Dengan demikian, Dede Yusuf berharap, agar pemerintah dapat terus memberikan keringan dan bantuan kepada para pelaku wisata yang sampai saat ini masih terdampak Corona.

"Pemerintah harus sekali lagi memberikan keringan kepada pelaku-pelaku wisata, seperti keringan untuk tidak membayar pajak tahun ini. Lalu kemudian saya lihat kemarin BPJS Ketenagakerjaan sudah dipotong 99 persen cukup dengan satu persen begitu BPJS Kesehatan juga sehingga karyawan tidak diberhentikan itu bagus," kata Dede Yusuf.

Tidak hanya itu, kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini, pemerintah juga harus memberikan diskon listrik kepada para pelaku atau operator wisata.

"Listrik harus ada pengurangan bagaimana pun namanya hotel tempat pariwisata dan kebun binatang dan aquarium harus ada diskon listrik," ungkap Dede Yusuf.

Dede Yusuf berharap, agar semua bantuan yang nantinya diberikan kepada pelaku wisata masih melalui proses dan mekanisme yang mudah.

"Karena mereka berharap ada bantuan modal dari pemerintah Penyaluran kredit yang tepat sasaran . Jangan terlalu sulit kredit perbankan nya. Itu juga menjadi sangat penting," tandas Dede Yusuf.

Berita Lainya

Nasional

Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Madura Beri Bantuan Modal untuk Pelaku UMKM: Jangan Tinggalkan Salat

Nasional

Pasal Pendidikan di UU Cipta Kerja, Komisi X: Ini Lepas Kepala, tapi Buntut Masih Dipegang

Nasional

Syarief Hasan : Partai Demokrat Menolak UU Cipta Kerja, Bukan Mendalangi Demo

Nasional

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Pengutang Besar, DPR: Sudah Masuk Tingkat Waspada

Nasional

Marwan Cik Asan Bina UMKM dan Bantu WiFi Gratis

Nasional

Imbas Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja, Pemerintah Diminta Antisipasi Klaster Baru Covid-19

Nasional

Politikus Demokrat: Penolakan Publik Terhadap UU Cipta Kerja Wajar

Nasional

Kutip Marwan Cik Asan, Media Asing Sorot Kontroversi UU Ciptaker

Berita: Nasional - Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Madura Beri Bantuan Modal untuk Pelaku UMKM: Jangan Tinggalkan Salat •  Nasional - Pasal Pendidikan di UU Cipta Kerja, Komisi X: Ini Lepas Kepala, tapi Buntut Masih Dipegang •  Nasional - Syarief Hasan : Partai Demokrat Menolak UU Cipta Kerja, Bukan Mendalangi Demo •  Nasional - Indonesia Masuk 10 Besar Negara Pengutang Besar, DPR: Sudah Masuk Tingkat Waspada •  Nasional - Marwan Cik Asan Bina UMKM dan Bantu WiFi Gratis •  Nasional - Imbas Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja, Pemerintah Diminta Antisipasi Klaster Baru Covid-19 •  Nasional - Politikus Demokrat: Penolakan Publik Terhadap UU Cipta Kerja Wajar •  Nasional - Kutip Marwan Cik Asan, Media Asing Sorot Kontroversi UU Ciptaker •