DPR Minta Menpora Zainudin Beri Atensi Kasus Gowes

Senin, 01 Februari 2021 12:00

pak DY

Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf 'Macan' Effendi memberikan masukan agar Menpora Zainudin berani melakukan aksi bersih-bersih, atau perombakan di internal.

"Memang di (Kemenpora) terlalu sering dengar informasi seperti ini. Ada kultur yang harus dibenahi. Lantaran banyak yang tidak sehat dan perlu segera dibenahi menpora," papar Dede, Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Meski begitu, Dede mengaku baru mendengar adanya informasi terkait ketidakberesan dalam tata kelola anggaran program Gowes Pesona Nusantara tahun 2017 dan 2018. "Bisa saja menterinya enggak tahu soal ini. Yang paling paham jelas di eselon. Kayaknya perlu penyegaran deh. Semacam tour of duty," paparnya.

Sebelumnya, Presiden Perhimpunan Organisasi Kepemudaaan Nasional (Poknas), M Aris Mandji membeberkan tiga poin penting terkait dugaan penyelewengan dana Program Gowes Pesona Nusantara Kemenpora tahun 2017 dan 2018 yang dianggarkan masing-masing Rp50 miliar.

Pertama, kata Bang Arman, sapaan akrab mantan aktivis kepemudaan ini, PT Daya Kreasi Komunika (Nayaka Grup) selaku rekanan Kemenpora harus menalangi dana jatah fee menteri senilai 6% dari nilai proyek. "Angkanya hampir Rp1,5 miliar. itu berdasarkan data yang kami pelajari," papar Arman.

Kedua, lanjutnya, Kemenpora diduga membuat laporan biaya penyelenggaraan program Gowes fiktif. Di mana laporan tersebut diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. "Ketiga yang tak kalah fatalnya. Kemenpora masih menunggak pembayaran kepada pihak Nayaka senilai Rp7 miliar. padahal anggaran 2017 dan 2018 kan sudah turun. Lalu ke mana duitnya," tegas Aris

Dalam kasus ini, dia menuding, Deputi III Kemenpora Raden Isnanta yang harus bertanggung jawab. Selain itu, menpora lama yakni Imam Nahrowi ikut terseret.

Sekjen Poknas, Chairul Razak sangat menyayangkan adanya dugaan permainan dalam penggunaan anggaran program Gowes Pesona Nusantara tahun 2017 dan 2018. Padahal, program ini memiliki tujuan mulia yakni percepatan masyarakat sehat dan bugar.

Terkait data pelaksanaan anggaran program Gowes Pesona Nusantara, kata Chairul, pihak Poknas sudah memiliki dan mempelajarinya. Di mana ada bagi-bagi fee berseliweran dalam program ini. "Kita ada data dan sudah kami pelajari. Banyak orang dalam yang terlibat," pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, upaya meminta penjelasan dari Deputi III Kemepora Raden Isnanta melalui sambungan telepon, tidak membuahkan hasil.sementara PPK Proyek Gowes 2018, Teguh buru-buru berkelit. "Maaf saya sudah purna tugas dan tahun 2017 saya belum ikut mengerjakan," tulis Teguh melalui sms. [ipe]

Berita Lainnya

Nasional

Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang!

Nasional

Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah

Nasional

Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5

Nasional

Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon

Nasional

Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat

Nasional

Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat

Nasional

Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak

Nasional

Demokrat Bertanya-tanya, Mengapa KPK Sulit Menemukan Harun Masiku?

Berita: Nasional - Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang! •  Nasional - Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah •  Nasional - Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5 •  Nasional - Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon •  Nasional - Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat •  Nasional - Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat •  Nasional - Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak •  Nasional - Demokrat Bertanya-tanya, Mengapa KPK Sulit Menemukan Harun Masiku? •