Demokrat Sebut Tindakan @erlanggs Berpotensi Percepat Penularan Corona

Sabtu, 16 Januari 2021 10:27

P (1)

Partai Demokrat (PD) turut berkomentar atas ditangkapnya selebgram Rangga atau EAD, pemilik akun @erlanggs. Demokrat menilai dugaan tindak kejahatan yang membuat Rangga ditangkap, yaitu pemalsuan surat hasil tes RT-PCR COVID-19, sangat menyesatkan dan merugikan publik.

"Saya mendengar info soal maraknya jual-beli surat bebas Corona. Tak boleh dibiarkan, ini sangat menyesatkan dan merugikan publik," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Anggota Komisi VI DPR RI itu mendesak agar kasus tersebut diusut hingga tuntas. "Pihak-pihak terkait harus segera mengusut permasalahan ini," ujarnya.

Ibas juga menyayangkan rendahnya kesadaran sejumlah pihak di masa pandemi COVID-19 ini. Menurutnya, masyarakat harus ikut menekan laju penyebaran COVID-19.

"Tujuan surat keterangan bebas corona atau COVID-19 ini untuk menekan laju penyebaran virus. Dengan adanya jual beli surat bebas Corona seperti ini, alih-alih menekan penyebaran, yang ada malah berpotensi mempercepat penyebaran (COVID-19) makin luas," pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan tiga pelaku kasus pemalsuan surat hasil tes RT-PCR COVID-19 yang diperjualbelikan di sebuah akun media sosial. Dari tiga pelaku, salah satunya diketahui adalah selebgram @erlanggs atau Rangga atau EAD.

"Iya betul, ada (tersangka selebgram). Inisialnya EAD itu. Dia yang punya akun @erlanggs," kata Kanit 1 Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kompol I Made Redi Hartana saat dihubungi, Jumat (8/1).

EAD ditangkap bersama dua tersangka lainnya berinisial MFA dan MAIS. Kasus tersebut bermula saat unggahan layanan palsu PCR di akun @erlanggs dkk ini diketahui oleh relawan penanganan virus Corona, dr Tirta.

Belum diketahui sudah berapa lama akun @erlanggs mempromosikan layanan ilegal surat PCR palsu tersebut. Polisi masih mendalami keterangan tersangka.

Redi hanya mengatakan tersangka EAD memanfaatkan ratusan ribu pengikut yang dimilikinya di akun media sosial Instagram untuk mempromosikan jasa surat palsu PCR.

"Memang followers dia 200 ribu. Dia punya (channel) YouTube juga," imbuh Redi.

 

Berita Lainnya

Nasional

Ibas Buka Suara, Tegaskan Dukung AHY di Demokrat

PD Minta Perpres Investasi Miras Ditinjau Ulang!

Nasional

Demokrat Sulteng: Segera Tertibkan Kader yang Bersekongkol dengan Pengacau

Nasional

Anggota Komisi IV DPR RI dan BBPP Batu Harapkan Petani Punya Inovasi

Nasional

Lagi-lagi, Bang Zul Anggota DPR RI F-PD Terobos Banjir Bantu Korban Banjir di Kota Tangerang

Nasional

Demokrat Usul Omnibus Law UU Pemilu

Nasional

AHY Ungguli Sejumlah Ketua Umum Parpol di Survei Capres, Cuma Kalah dari Prabowo

Nasional

Politikus Demokrat: Kerumunan Jokowi di NTT Contoh Pelanggaran Protokol COVID-19

Berita: Nasional - Ibas Buka Suara, Tegaskan Dukung AHY di Demokrat •  - PD Minta Perpres Investasi Miras Ditinjau Ulang! •  Nasional - Demokrat Sulteng: Segera Tertibkan Kader yang Bersekongkol dengan Pengacau •  Nasional - Anggota Komisi IV DPR RI dan BBPP Batu Harapkan Petani Punya Inovasi •  Nasional - Lagi-lagi, Bang Zul Anggota DPR RI F-PD Terobos Banjir Bantu Korban Banjir di Kota Tangerang •  Nasional - Demokrat Usul Omnibus Law UU Pemilu •  Nasional - AHY Ungguli Sejumlah Ketua Umum Parpol di Survei Capres, Cuma Kalah dari Prabowo •  Nasional - Politikus Demokrat: Kerumunan Jokowi di NTT Contoh Pelanggaran Protokol COVID-19 •