Demokrat: Kejagung Jangan Sensitif, Wajar Rakyat Kecewa, Pinangki Jaksa Nakal

Minggu, 27 Juni 2021 09:17 0

jaksa

Sikap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejagung, Ali Mukartono, yang seolah membela Jaksa Pinangki menuai sorotan. Ali heran mengapa kasus ini terus dikejar padahal negara sudah mendapatkan mobil yang disita dari Pinangki.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto, mengatakan Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk menegakkan supremasi hukum. Karena itu, kata dia, wajar jika masyarakat memperhatikan segala kasus yang ditangani, khususnya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Pinangki.
 
"Wajar dan tidak berlebihan jika masyarakat menaruh perhatian besar dan ingin berpartisipasi dalam melakukan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oknum jaksa," kata Didik, Kamis (24/6).
 
"Sangat wajar jika masyarakat sangat kecewa jika ada jaksa yang nakal seperti Pinangki. Bagaimana mungkin seorang jaksa terbukti melakukan rentetan kejahatan suap, melakukan pencucian uang, dan melakukan pemufakatan jahat di mana dalam akal sehat dan nalar pubilk sulit diterima," jelas Didik.
 
bpk dm
 
Dia menyebut secara kelembagaan kehormatan Kejaksaan dipermalukan dan tercoreng akibat perbuatan Pinangki. Didik mengatakan kejahatan Pinangki dalam persepektif akal sehat publik adalah perbuatan yang tidak termaafkan dan harus diganjar dengan hukuman berat.
 
Dia menyebut karena kecintaan masyarakat terhadap Kejaksaan, tidak heran jika publik menaruh harapan dan perhatian besar kepada kasus Pinangki. Sebab, menurut dia, sebagian masyarakat menganggap rasa keadilan dicederai karena hukum Pinangki dipotong 6 tahun.
 
"Atas dasar itu, wajar masyarakat kemudian mempertanyakan komitmen kejaksaan untuk menempuh upaya hukum atas keputusan PT tersebut," ujarnyan
 
Sebagai upaya transparansi, kata dia, Kejaksaan seharusnya tak perlu sensitif dengan perhatian masyarakat. Justru, Didik berharap Kejaksaan memberikan keterangan yang jelas.
 
"Sebagai bagian transparansi dan akuntabilitas publik, karena Kasus Pinangki ini menjadi perhatian publik, Kejaksaan Agung tidak perlu sensitif jika ada kelompok masyarakat yang menaruh perhatian lebih," ujarnya.
 
"Justru sebaliknya seharusnya dengan terang benderang Kejaksaan Agung dapat memberikan keterangan yang cukup terkait penegakan hukum di Kasus Pinangki. Idealnya tidak ada toleransi sedikit pun terhadap oknum kejaksaan yang melakukan kejahatan seperti Pinangki," jelas Didik.
 
Agar tak terulang kembali, ia berpandangan seharusnya ke depan Kejaksaan melibatkan masyarakat dalam melakukan mitigasi kasus serupa.

Berita Lainnya

Nasional

Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing

Nasional

Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN

Nasional

Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor

Nasional

Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN

Nasional

Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop

Nasional

Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia

Nasional

Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet

Nasional

Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk

Berita: Nasional - Wakil Ketua MPR RI: Pemerintah Harus Fasilitasi UMKM agar Berdaya Saing •  Nasional - Suntikan Modal Tak Jelas, Elit Demokrat Dorong Audit Seluruh BUMN •  Nasional - Demokrat: Pemberantasan Korupsi dalam 2 Tahun Pemerintahan Jokowi Mati Suri, Lembek ke Koruptor •  Nasional - Dede Yusuf: LADI Bermasalah Sejak 2017, Akan Jadi Catatan Khusus dalam Revisi UU SKN •  Nasional - Reses, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Sartono Hutomo Bagi Sembako, Alsintan dan Terop •  Nasional - Debby Kurniawan : Trofi Thomas Cup Jadi Momen Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia •  Nasional - Komisi III DPR: Kapolri Tidak Boleh Diam, Tegur dan Pecat Anak Buahnya yang Ancam Warganet •  Nasional - Petani Menjerit, Legislator Demokrat Soroti Meroketnya Harga Pupuk •