Demokrat Dorong Layanan SIM Lebih Transparan dan Calo Ditindak Tegas

Jumat, 07 Januari 2022 11:38

pak didik (4)

Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto, meminta layanan SIM dibuat lebih transparan dan mudah untuk warga. Hal ini diungkap Didik dalam rangka menanggapi keluhan masyarakat terkait sulitnya membuat SIM.

Menurut dia, dengan transparansi dan kemudahan layanan, warga dapat terhindarkan dari praktik calo.
 
"Terus lakukan evaluasi dan bangun pelayanan yang lebih transparan, ramah terhadap masukan masyarakat, serta akuntabel, akan memastikan peningkatan pelayanan publik yang lebih baik. Terus lakukan pengawasan dan penindakan terhadap setiap penyimpangan juga akan memastikan pelaksanaan pelayanan publik menjadi lebih terukur dan bertanggung jawab," kata Didik saat dihubungi, Kamis (6/1).
 
"Tingkatkan kemudahan-kemudahan pelayanan, perbanyak serta hadirkan pelayanan di ruang publik yang lebih mudah diakses. Seperti pelayanan SIM internasional yang sangat mudah dan cepat, dengan mengadaptasi perkembangan teknologi menjadi legacy yang cukup baik dalam pelayanan SIM," imbuh dia.
 
Selain transparansi dan kemudahan layanan, Didik meminta Polri untuk mengawasi dan menindak lebih tegas praktik calo. Ia mengingatkan jika layanan yang baik tidak dibarengi dengan pengawasan intensif termasuk pelibatan masyarakat, maka potensi penyimpangan akan selalu terjadi.
 
 sim keliling 
 
"Lakukan penataan dan penertiban berkelanjutan berbagai praktik pungli dalam operasionalisasi pelayanan publik akan memastikan pelayanan publik lebih profesional dan bertanggung jawab," ujar Didik.
 
"Saya lihat Polri terus berbenah untuk memberikan pelayanan SIM yang lebih baik, namun sistem yang sudah baik juga harus dibarengi dengan pengawasan dan penertiban serta penindakan yang intens untuk mencegah potensi munculnya penyimpangan," imbuh dia.
 
Di sisi lain, Didik berharap masyarakat tak tergoda dengan praktik calo dalam layanan pembuatan SIM.
 
"Kesadaran masyarakat untuk tertib dan tidak menggunakan jalan instan juga memegang peran yang penting," tandasnya.
 
Terbaru, masyarakat di sosial media heboh usai beredarnya informasi tarif pembuatan SIM baru yang bisa mencapai jutaan rupiah. Warga juga mengeluhkan sulitnya mendapat SIM baru tanpa calo.
 
Dalam informasi beredar, disebutkan tarif pembuatan SIM C mencapai Rp 400 ribu, lalu pembuatan SIM A sebesar Rp 600 ribu, SIM BI Rp 1.2 juta dan SIM BII Rp 1,6 juta. Padahal tarif resmi berkisar dari Rp 30 ribu hingga Rp 120 ribu.
 
Namun, Kasubdit SIM Korlantas Polri, Kombes Pol. Djati Utomo, memastikan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar.
 
( sumber : kumparan.com )

Berita Lainnya

Nasional

Bupati Penajam Paser Utara Kena OTT, Demokrat Tak Toleransi Tindakan Koruptif

Nasional

Legislator Apresiasi Langkah Kepolisian Tangkap Pelaku Penendang Sesajen

Nasional

Target Sejahterakan Rakyat, Legislator Demokrat Beber Keuntungan Operasi Damai Cartenz 2022 di Papua

Nasional

Anggota DPR Dukung Pemerintah Usut Tuntas Kasus Satelit Kemhan: Harus Berani!

Nasional

PD Singgung Sosok SBY soal Pembahasan RUU IKN: Harus Hati-hati

Nasional

Sartono Hutomo Prihatin Indonesia Melimpah Batubara Tapi Hanya Punya Cadangan Seminggu

Nasional

Sejumlah Distrik Diterjang Banjir, William Wandik: Layak Penguatan Mitigasi Bencana

Nasional

Pesan PD ke Ferdinand soal Penahanan: Itu Konsekuensi, Tak Bisa Dihindari

Berita: Nasional - Bupati Penajam Paser Utara Kena OTT, Demokrat Tak Toleransi Tindakan Koruptif •  Nasional - Legislator Apresiasi Langkah Kepolisian Tangkap Pelaku Penendang Sesajen •  Nasional - Target Sejahterakan Rakyat, Legislator Demokrat Beber Keuntungan Operasi Damai Cartenz 2022 di Papua •  Nasional - Anggota DPR Dukung Pemerintah Usut Tuntas Kasus Satelit Kemhan: Harus Berani! •  Nasional - PD Singgung Sosok SBY soal Pembahasan RUU IKN: Harus Hati-hati •  Nasional - Sartono Hutomo Prihatin Indonesia Melimpah Batubara Tapi Hanya Punya Cadangan Seminggu •  Nasional - Sejumlah Distrik Diterjang Banjir, William Wandik: Layak Penguatan Mitigasi Bencana •  Nasional - Pesan PD ke Ferdinand soal Penahanan: Itu Konsekuensi, Tak Bisa Dihindari •