Demokrat Beri Catatan Risma Pekerjakan Tunawisma di BUMN

Senin, 25 Januari 2021 13:39

risma

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Hasani Bin Zuber meminta Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini lebih memberikan hal-hal yang bisa membuat tunawisma mandiri secara ekonomi.

Menurutnya, Risma tidak boleh terus memberikan pekerjaan kepada tunawisma di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Mereka jangan dikasih umpan saja, kasih mereka lebih banyak kail agar bisa mandiri secara ekonomi," ujar Hasani kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/1).

Ia mengaku mengapresiasi langkah Risma memberikan pekerjaan kepada tunawisma di perusahaan BUMN. Menurutnya, kebijakan itu merupakan sebuah kemajuan di tengah diskriminasi dan keterbatasan akses terhadap berbagai pelayanan dan bantuan yang dialami para tunawisma selama ini.

Hasani berharap Risma bisa melanjutkan terus kebijakan tersebut dan tak hanya dilakukan di DKI Jakarta saja.

"Semoga kebijakan Ibu Risma ini berkelanjutan, dan tidak hanya DKI saja. Tapi daerah lain juga sama," katanya.

Hasani pun mengingatkan bahwa bukan hanya tunawisma yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ia menyebut penyandang disabilitas, anak terlantar, anak jalanan, lanjut usia terlantar, pengemis, pemulung, hingga fakir miskin juga perlu pemberdayaan oleh Kemensos.

"Saya berharap penyandang disabilitas hingga pemulung juga bisa dipekerjakan oleh Risma di BUMN di hari mendatang," katanya.

Hasani menambahkan, kebijakan yang telah ditempuh oleh Risma ini seharusnya diperkuat regulasi agar bisa dilanjutkan oleh Mensos selanjutnya. Selain Kemensos, Hasani juga berharap kementerian lain bisa melakukan hal serupa.

 

"Tentu bidang pekerjaan disesuaikan kapasitas masing-masing PPKS" kata dia.

Risma diketahui telah memberikan pekerjaan 15 orang tunawisma di perusahaan BUMN PT. Waskita Karya. Dia bahkan mengantarkan para tunawisma ke tempat kerjanya, yakni di lokasi proyek Tol Becakayu, Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (21/1). Sebelumnya, Risma juga memberikan pekerjaan kepada lima tunawisma di anak perusahaan BUMN PT PP Properti Tbk di Grand Kamala Lagoon, Bekasi.

Mantan wali kota Surabaya itu mengatakan para tunawisma akan diberikan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang dikuasai untuk bekerja di perusahaan plat merah tersebut.

"Saya bertanya pendapatan mereka, (kata mereka) Rp30 ribu dan itu kadang untuk berdua. Kita bayangkan, bagaimana mereka bisa sewa rumah, mengontrak, apalagi membeli," kata Risma dalam keterangan resmi yang terima CNNIndonesia.com, Jumat (22/1).

Risma menekankan bahwa pembinaan para tunawisma binaan Kemensos sampai penempatan ke dunia kerja tidak hanya dilakukan balai milik Kemensos di Bekasi atau Jakarta, tetapi juga di balai-balai milik Kemensos seluruh Indonesia.

Berita Lainnya

Nasional

Pemerintah Harus Berikan Dukungan Maksimal Pemilu Serentak 2024, Anwar Hafid: Khususnya Anggaran

Nasional

Mantu Luhut Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad, Legislator Demokrat: Jangan Lagi Berpatokan Cara-cara Kuno

Nasional

Didatangi Waketum, Ketua Demokrat Lampung Sampaikan Tiga Laporan

Nasional

Legislator Kalteng Ini Geram Edi Mulyadi Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak

Nasional

ZA Hadir, Warga dan SAD di Pelepat Dapat Pengobatan Gratis

Nasional

Marwan Cik Asan Ingin Kejayaan Demokrat di Lampung Bisa Diraih Kembali

Nasional

Arteria Dahlan Singgung Penggunaan Bahasa Sunda, Dede Yusuf Beri Balasan Menohok

Nasional

Program Rehabilitas Narkoba Jadi Ajang Bisnis Aparat Penegak Hukum, Komisi III DPR: Ada Sikap Banci dari Negara Terhadap Penyalagunaan Narkotika

Berita: Nasional - Pemerintah Harus Berikan Dukungan Maksimal Pemilu Serentak 2024, Anwar Hafid: Khususnya Anggaran •  Nasional - Mantu Luhut Mayjen Maruli Jadi Pangkostrad, Legislator Demokrat: Jangan Lagi Berpatokan Cara-cara Kuno •  Nasional - Didatangi Waketum, Ketua Demokrat Lampung Sampaikan Tiga Laporan •  Nasional - Legislator Kalteng Ini Geram Edi Mulyadi Sebut Kalimantan Tempat Jin Buang Anak •  Nasional - ZA Hadir, Warga dan SAD di Pelepat Dapat Pengobatan Gratis •  Nasional - Marwan Cik Asan Ingin Kejayaan Demokrat di Lampung Bisa Diraih Kembali •  Nasional - Arteria Dahlan Singgung Penggunaan Bahasa Sunda, Dede Yusuf Beri Balasan Menohok •  Nasional - Program Rehabilitas Narkoba Jadi Ajang Bisnis Aparat Penegak Hukum, Komisi III DPR: Ada Sikap Banci dari Negara Terhadap Penyalagunaan Narkotika •