Demokrat Abaikan Kubu Moeldoko yang Dorong AHY Maju Pilgub DKI

Selasa, 06 April 2021 15:22

irwan (2)

Partai Demokrat (PD) memandang sebelah mata sikap kubu Moeldoko yang mendorong Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju lagi di Pilgub DKI Jakarta. PD menegaskan bahwa AHY saat ini sedang befokus membantu masyarakat terdampak pandemi COVID-19. 

"Rahmad siapa? Saya tidak kenal. Tentu tidak produktif untuk saya respons. Apalagi Ketum AHY dan kader Partai Demokrat sekarang fokus kerja untuk rakyat. Lebih bijak pikirkan solusi dan aksi ringankan penderitaan rakyat saat ini," kata Wasekjen PD, Irwan, kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).

Irwan juga menekankan tidak ada dualisme di internal Partai Demokrat. Dia menyebut para pihak yang mengaku memiliki hak terhadap Partai Demokrat sebagai gerombolan pelanggar hukum.

"Saat ini Partai Demokrat sangat solid bersama Ketum AHY. Tidak ada dualisme di Partai Demokrat. Jika ada yang ngaku-ngaku, maka itu gerombolan pelanggar hukum," sebut Irwan.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan saat ini Partai Demokrat juga membantu memulihkan ekonomi nasional. Anggota DPR RI itu mengingatkan masyarakat tengah berharap pandemi COVID-19 segera berakhir.

"Harapan rakyat bagaimana pandemi COVID-19 bisa berakhir dan ekonomi nasional bisa pulih kembali, fokus Demokrat di sini. Bantu rakyat yang susah. Harapan rakyat ini yang fokus diperjuangkan," tutur Irwan.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah menolak kepengurusan Partai Demokrat pimpinan Moeldoko. Meski ditolak, kubu Moeldoko justru berencana mengusulkan Ketum PD AHY maju di Pilgub DKI.

"DPP Partai Demokrat pimpinan Pak Moeldoko justru berniat mengusulkan AHY untuk kali kedua sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Kami melihat, AHY sangat serius untuk melanjutkan karirnya yang terhenti tiba-tiba di militer. Tentunya keputusan SBY yang meminta AHY berhenti dari militer dengan pangkat mayor adalah pertimbangan AHY yang akan diusung menjadi Gubernur DKI," kata juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, kepada wartawan, Minggu (4/4).

"Coret-coretannya tentu waktu itu menang. Kalau coret-coretannya kalah, tentu tak mau mundur dari karir militer. Adik kelas AHY saja sekarang sudah berpangkat letnan kolonel di TNI," imbuhnya.

Berita Lainnya

Nasional

Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen

Nasional

Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent

Nasional

Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat

Nasional

Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme

Nasional

Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik

Nasional

Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat

Nasional

Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif

Nasional

Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan

Berita: Nasional - Kemendikbud dan Kemenristek Dilebur, DPR: Peran BRIN Harus Independen •  Nasional - Politikus Demokrat: RUU Perampasan Aset Sangat Urgent •  Nasional - Syukuran KLB Demokrat Deli Serdang Ditolak, Achmad Ajak Kader Kembali Lakukan Kerja Nyata untuk Rakyat •  Nasional - Wakil Ketua MPR Minta Peran Aktif Masyarakat Tangkal Radikalisme •  Nasional - Jangan Sampai Negara Dikelola Ugal-ugalan, DPR Siap Panggil PLN dan ESDM Soal Rencana Kenaikan Tarif Listrik •  Nasional - Nanang Respons Isu Merek atau Logo Demokrat •  Nasional - Anggota DPR dukung konten RUU Kejaksaan harus dirumuskan komprehensif •  Nasional - Rasa Keadilan Harus Bisa Didapatkan dalam RUU Kejaksaan •