Demi Kualitas Demokrasi, Legislator Demokrat Tegaskan UU Pemilu Harus Direvisi

Jumat, 19 Februari 2021 15:31

Anggota MKD DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Bambang Purwanto menilai, kualitas demokrasi Indonesia akan sangat bergantung dan ditentukan oleh Undang-undang (UU) pemilu yang juga berkualitas.

“Pemilu sebagai awal penentuan para Penyelenggara Negara baik Eksekutif maupun Legislatif tentu harus berkualitas dan agar Pemilu berkualitas diperlukan UU Pemilu yang berkualitas pula melalui revisi UU,” kata Bambang, Kamis, (18/2/2021).

Bambang pun mengaku heran lantaran UU yang harusnya dapat menghadirkan pemilu berkualitas malah distop dan ditolak pembahasanya oleh Komisi II DPR RI dan pemerintah.

“Aneh bila pembahasan UU Pemilu distop, ada apa ? Tentu mengundang pertanyaan besar dan apakah kepentingan bangsa kalah dengan kepentingan kelompok atau golongan. Padahal inilah tugas Parlemen sebagai pengemban amanah rakyat yang harus peka terhadap perkembangan demokrasi di engara kita,” tutur Bambang.

Pasalnya, kata Bambang, jika berkaca dari pelaksanaan Pemilu tahun 2019 menyisahkan banyak persoalan. Salah satunya, soal banyaknya petugas KPU dan Bawaslu juga polisi yang meninggal akibat kelelahan.

“Karena banyak surat suara yang harus direkap tidak boleh ditunda karena menjaga netralitas dan obyektifitas pelaksanaan Pemilu,” tegas Bambang.

BAMBANG PURWANTO

Disisi lain, kata Bambang, pemilih dalam pemilu 2019 juga stres lantaran banyaknya surat suara antaran Presiden, DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten / Kota dan DPD.

“Ini yang dikeluhkan olah para pemilih di Daerah, apalagi kalau 2024 tetap sama seperti Pemilu tahun 2019 tentu kesulitan bagi pemilih masih terjadi, selain itu tidak bisa dibayangkan dan sdh bisa diprediksi apa yang akan terjadi ditengah pandemi Covid 19.akan sangat beresiko bagi penyelenggara,” tutur Bambang.

Belum lagi, lanjut Bambang, soal urusan penetapan Presidential Treshold atau syarat ambang batas pencalonan presiden yang tinggi sehingga dapat mendorong perpecahan bangsa dan politik indentitas.

Presidential Treshold 20 % berakibat Capres hanya mampu 2 pasang yang tentu berhadapan langsung antar pendukung mulai dari atas sampai ke akar rumput sangat berbahaya karena membelah masyarakat dan bahkan keluarga akibat beda dukungan rentan terjadinya gesekan menjurus perpecahan,” papar Bambang.

Bambang memandang, kondisi seperti ini dapat membuat berkembang dan melebar hingga perseteruan antar suku, agama, individu juga kelompok serta saudara.

“Lebih jauh lagi tingkat sensitif individu dan masyarakat semakin peka ada persoalan kecil sekalipun bisa menjadi besar, bila hal seperti ini dibiarkan akan mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa,” kata Bambang.

Dengan demikian, Bambang melanjutkan, awal perpecahan bangsa ini salah satunya disebabkan dari Presidential Treshold 20 persen.

“Yang merupakan syarat berat karena pada akhirnya mambatasi pencalonan hingga hanya 2 pasang calon bahkan bisa calon tunggal,” tandas Bambang.

Laporan: Sulistyawan

Berita Lainnya

Nasional

Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang!

Nasional

Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah

Nasional

Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5

Nasional

Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon

Nasional

Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat

Nasional

Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat

Nasional

Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak

Nasional

Demokrat Bertanya-tanya, Mengapa KPK Sulit Menemukan Harun Masiku?

Berita: Nasional - Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang! •  Nasional - Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah •  Nasional - Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5 •  Nasional - Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon •  Nasional - Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat •  Nasional - Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat •  Nasional - Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak •  Nasional - Demokrat Bertanya-tanya, Mengapa KPK Sulit Menemukan Harun Masiku? •