Dede Yusuf Serap Aspirasi Buruh dan Bantu Korban Banjir

Senin, 26 Januari 2015 00:00

Bandung, Jabar: Masa reses sidang I DPR-RI periode 2014-2019 pada tanggal 18-26 Desember 2014 lalu meninggalkan banyak cerita tentang kinerja para kader Partai Demokrat di DPR-RI. Di antaranya yang dilakukan Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf ME ST Msi.

 

Di masa reses yang lalu, mantan Wakil Gubernur Jabar itu melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah Dapil Jawa Barat II. Kegiatan pertama berdialog dengan perwakilan buruh di Bandung yaitu  Serikat Pekerja Tekstil, Sandang Dan Kulit (SP TSK-SPSI) Kabupaten Bandung, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kamis (18/12/2014). Kunjungan masa reses tersebut untuk menyerap aspirasi dari perwakilan buruh mengenai UMK 2015 dan kebijakan pemerintahan tentang harga BBM subsidi. Selain itu Ketua Komisi IX DPR RI 2014-2019 ini mendukung keinginan para buruh terkait pembangunan rumah sakit pekerja. Terkait hal itu, Dede akan meminta kepada pemerintah pusat dan daerah untuk merealisasikannya.

 

Pada 21 Desember 2014, Dede Yusuf mengunjungi dan memberikan bantuan sembako kepada korban banjir di Kecamatan Baleendah. Selanjutnya bantuan juga diberikan pada korban banjir di Dayeuhkolot, Minggu 21 Desember 2014.

 

“Berbagai program penanganan banjir sudah dilaksanakan pemerintah pusat, Pemprov Jabar, sampai Pemkab Bandung. Namun sampai kini banjir belum bisa ditangani dengan baik,” kata Dede Yusuf di tempat pengungsian korban banjir GOR Baleendah.

 

Dede Yusuf menawarkan empat solusi mengatasi banjir di wilayah Bandung selatan, Kabupaten Bandung. Opsi pertama, membangun waduk.

 

“Minimal tiga waduk atau embung di sepanjang aliran sungai untuk menampung air sebelum mencapai permukiman warga,” kata Dede.

 

Menurut Dede, waduk harus dibangun di wilayah rawan banjir di tiga kecamatan, yakni Bojongsoang, Dayeuh Kolot, dan Baleendah.

 

Kedua, tutur Dede, meninggikan rumah warga di tiga kecamatan paling rawan banjir. Khusus hal ini, ia berharap pemerintah memberi bantuan untuk merenovasi rumah.

 

Ketiga, program yang lebih permanen, yakni membangun jalur khusus banjir serupa Banjir Kanal Timur di Jakarta.

 

“Memang butuh dana sangat besar. Perlu komitmen bersama pemerintah daerah dan pusat,” katanya.

Opsi keempat adalah relokasi warga. Namun Dede meminta opsi ini menjadi langkah terakhir karena warga bersikeras tinggal di daerah itu.

 

www.demokrat.or.id

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di NTB dan NTT

Nasional

Anggota DPR RI H Abdul Wahab Dalimunthe SH: Kader Demokrat Diminta Tetap Solid dan Tidak Terpengaruh dengan Manuver Politik Pihak Luar

Nasional

Didik Mukrianto Sebut Partai Demokrat Kubu Moeldoko Organisasi Liar

Nasional

MUSLIM HADIR BERSAMA PEMKAB ACEH TAMIANG DALAM BIMTEK PERTANIAN

Nasional

Kubu Moeldoko Gugat AD/ART 2020, Demokrat: Mereka Sudah Kehilangan Legal Standing

Nasional

Partai DEMOKRAT Peduli Banjir Bandang di Bima

Nasional

Mohamad Muraz: Mana Arah Kebijakan Pembinaan Pancasila dari BPIP?

Nasional

Ibas Serahkan Ambulans untuk Masyarakat Terdampak Pandemi

Berita: Nasional - Demokrat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di NTB dan NTT •  Nasional - Anggota DPR RI H Abdul Wahab Dalimunthe SH: Kader Demokrat Diminta Tetap Solid dan Tidak Terpengaruh dengan Manuver Politik Pihak Luar •  Nasional - Didik Mukrianto Sebut Partai Demokrat Kubu Moeldoko Organisasi Liar •  Nasional - MUSLIM HADIR BERSAMA PEMKAB ACEH TAMIANG DALAM BIMTEK PERTANIAN •  Nasional - Kubu Moeldoko Gugat AD/ART 2020, Demokrat: Mereka Sudah Kehilangan Legal Standing •  Nasional - Partai DEMOKRAT Peduli Banjir Bandang di Bima •  Nasional - Mohamad Muraz: Mana Arah Kebijakan Pembinaan Pancasila dari BPIP? •  Nasional - Ibas Serahkan Ambulans untuk Masyarakat Terdampak Pandemi •