Rabu, 01 Juli 2020 17:44

DY (1)

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang hanya mengalokasikan kuota jalur zonasi sebesar 40 persen pada penerimaan peserta didik baru ( PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

Menurut Dede, kuota tersebut seharusnya dilebihkan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB yang mengalokasikan kuota jalur zonasi sebesar 50 persen.

Hal ini disampaikan Dede saat audiensi orangtua calon peserta didik baru (CPDB) dan Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI.

"Kami melihat ada kesalahan dalam mendahulukan faktor usia. Yang harus didahulukan dalam Permendibud itu jarak.

Zonasi itu 50 bahkan bisa 60 persen bukan 40 persen," ucap Dede di ruang rapat Nusantara II, DPR RI, Selasa (30/6/2020).

Dede menuturkan, ke depannya Komisi X bakal meminta jalur zonasi bukan lagi hanya bergantung pada jarak dan usia melainkan nilai. "Ke depan kami dorong bukan hanya jarak tapi nilai. Walaupun bukan jalur prestasi," kata dia.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini khawatir dengan peraturan Pemprov DKI yang mementingkan usia tertua dalam jalur zonasi bakal diikuti wilayah lainnya. "Kami takut ada provinsi lain mengambil sikap yang sama.

Kami minta kemendikbud dan pemprov bahwa ini harus menjadi atensi," tuturnya. Diketahui, jalur zonasi PPDB tahun ini menuai polemik karena dianggap memprioritaskan anak berusia tua.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 501 Tahun 2020 tentang Penetapan Zonasi Sekolah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

Apabila jumlah pendaftar PPDB jalur zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.

Kadisdik Nahdiana mengklaim bahwa PPDB jalur zonasi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB.

Jalur zonasi ditetapkan berdasarkan kelurahan, bukan jarak rumah calon siswa ke sekolah.

Alasan dia, Jakarta memiliki demografi yang unik, mulai dari tingkat kepadatan penduduk yang berbeda tiap kelurahan, sebaran sekolah tak merata, hingga banyak hunian vertikal di Ibu Kota.

"Penetapan zonasi berbasis kelurahan dan irisan kelurahan dengan mempertimbangkan keunikan demografi Kota Jakarta," kata Nahdiana. Alasan lainnya, banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan peserta didik untuk menjangkau sekolah mereka.

"Banyaknya atau tersedianya moda transportasi bagi anak sekolah, ada bus sekolah, transjakarta, dan ada Jak Lingko," ucap Nahdiana.

Dalam sistem zonasi kelurahan, calon siswa berdomisili lebih jauh dan calon siswa yang domisilinya lebih dekat memiliki peluang yang sama untuk diterima di sekolah tujuan, asalkan keduanya tinggal di kelurahan sesuai zonasi sekolah.

Apabila jumlah pendaftar melebihi daya tampung sekolah, calon siswa akan diseleksi berdasarkan usia lebih tua ke usia lebih muda, bukan lagi jarak tempat tinggal ke sekolah.

Dengan demikian, calon siswa berusia lebih tua yang rumahnya jauh lebih berpeluang lolos seleksi dibandingkan calon siswa berusia lebih muda yang tinggal dekat dengan sekolah.


Berita Lainya

Nasional

Politikus Demokrat: Keputusan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Sangat Berisiko

Nasional

Dewan Demokrat Berbagi, Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Nasional

Legislator Demokrat Berikan Bantuan Alkes dan Sembako

Nasional

Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (4): Bangun Desa

Nasional

Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (3): Rumah Layak Kotaku

Nasional

Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (2): Irigasi Sana-Sini

Nasional

Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (1): “Mengeroyok” Jalan Rusak

Nasional

HJ. SITI MUFATTAHAH, PSI, MBA SEBUT DOMBA GARUT GAGAH DI LAPANG SEDAP DI PANDANG, GARUT

Berita: Nasional - Politikus Demokrat: Keputusan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Sangat Berisiko •  Nasional - Dewan Demokrat Berbagi, Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19 •  Nasional - Legislator Demokrat Berikan Bantuan Alkes dan Sembako •  Nasional - Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (4): Bangun Desa •  Nasional - Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (3): Rumah Layak Kotaku •  Nasional - Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (2): Irigasi Sana-Sini •  Nasional - Menyambung Lidah Rakyat dari Barat sampai Timur Kaltim (1): “Mengeroyok” Jalan Rusak •  Nasional - HJ. SITI MUFATTAHAH, PSI, MBA SEBUT DOMBA GARUT GAGAH DI LAPANG SEDAP DI PANDANG, GARUT •