Covid Makin Mengganas, Politisi Demokrat Herman Khaeron Nilai Pemerintah Belum Serius Tangani Pandemi

Rabu, 06 Januari 2021 14:34

bapak HERO

Sampai saat ini sudah 230 dokter yang meninggal menangani pandemi covid-19. Tren jumlah meninggalnya dokter meningkat sejak Oktober 2020, dan memuncak pada Desember 2020. Politisi Partai Demokrat, Herman Khaeron menilai pemerintah belum serius menangani pandemi covid yang makin mengganas.

Anggota DPR RI 3 periode ini mengatakan negara lain serius menangani covid-19. Inggris dan Beijing sudah lockdown kembali dan Australia memperketat masker. Namun Indonesia biasa saja dalam menanggapi temuan baru kasus covid-19.

“Negara lain serius menangani covid 19. Karena temuan kasus baru, Inggris dan Beijing lockdown kembali, dan Australia perketat masker,” jelas pria yang akrab disapa kang Hero ini.

Kemudian dirinya menyoroti pemerintah yang terkesan biasa saja dalam menangani masalah pandemi yang semakin radikal. Lebih memikirkan bahas ekonomi, cari hutangan, menteri yang sibuk pencitraan. Sedangkan maasyarakat semakin takut dengan pandemi dan hidup susah.

“Indonesia kayaknya biasa saja, sibuk bahas ekonomi, menkeu cari utangan, menteri yang pencitraan, dan faktanya rakyat makin takut dan hidup susah,” tukas Kang Hero.

Indonesia mencatat penambahan kasus positif sebesar 7.445 pada Selasa (5/1). Jumlah kasus aktif atau pasien yang masih berjuang melawan Covid-19 pada saat ini sebanyak 110.693 atau 14,2 persen. Akibatnya jumlah ketersediaan tempat tidur rumah sakit (BOR atau Bed Occupation Rate) membludak, dan tenaga kesehatan menipis.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, perkembangan kasus positif Covid-19 mingguan memperlihatkan kembali kenaikan kasus. Dan kenaikannya minggu ini sebesar 7,3 persen dibanding minggu sebelumnya. ’’Jika dilihat dari tren perkembangannya, ICU dan isolasi makin meningkat dan mengkhawatirkan,’’ kata Prof Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/1).

Di beberapa daerah, keterisian ICU dan Isolasi rumah sakit di daerah melebih 70 persen. Atau tersisa 30 persen saja. Yaitu di sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, Jogjakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.

’’Hal ini jadi alarm bagi kita bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis,’’ tegas Wiku. ’’Perlu dipahami bahwa masih tersisanya seidikt tempat tidur belum tentu bisa digunakan karena terbatasnya tenaga kesehatan,’’ pungkasnya.(JN)

Berita Lainya

Nasional

Soal UMKM, Rudana Minta Kemenkop Maksimalkan Sinergi dengan Lembaga Lain

Nasional

Iuran BPJS Kembali Naik, Syarif Hasan: Pemerintah Harusnya Bantu Masyarakat Bukan Mempersulit

Nasional

Pemulihan Sektor Pariwisata, Dede Yusuf Akui Pemerintah Tidak Bisa Berbuat Banyak

Nasional

Ibas Kritisi Bantuan UMKM

Nasional

Herman Khaeron Minta Pemerintah Rawat BUMN Terdampak Pandemi

Nasional

Kepolisian Wajib Melindungi dan Mengayomi Masyarakat

Nasional

Subsidi Energi Kedepan Harus Lebih Tepat Sasaran

Nasional

Anggota DPR Pertanyakan Persentase KTP-El yang Selesai dalam Pilkada 2020

Berita: Nasional - Soal UMKM, Rudana Minta Kemenkop Maksimalkan Sinergi dengan Lembaga Lain •  Nasional - Iuran BPJS Kembali Naik, Syarif Hasan: Pemerintah Harusnya Bantu Masyarakat Bukan Mempersulit •  Nasional - Pemulihan Sektor Pariwisata, Dede Yusuf Akui Pemerintah Tidak Bisa Berbuat Banyak •  Nasional - Ibas Kritisi Bantuan UMKM •  Nasional - Herman Khaeron Minta Pemerintah Rawat BUMN Terdampak Pandemi •  Nasional - Kepolisian Wajib Melindungi dan Mengayomi Masyarakat •  Nasional - Subsidi Energi Kedepan Harus Lebih Tepat Sasaran •  Nasional - Anggota DPR Pertanyakan Persentase KTP-El yang Selesai dalam Pilkada 2020 •