Cara Sri Mulyani Kelola Uang Negara Membingungkan, Ada Silpa Rp 234 T Tapi Ngutang Rp 7 T

Senin, 25 Januari 2021 13:44

iwan sumule

Tata kelola uang negara yang dikomandoi Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai membingungkan. Pasalnya, kebiasaan berutang terus dilakukan sekalipun uang negara masih mencukupi.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menilai langkah Sri Mulyani menarik utang printilan sebesar Rp 7,05 triliun dari Bank Dunia merupakan hal yang aneh.

Utang itu ditarik dengan alasan untuk kesiapan finansial dalam menghadapi bencana, perubahan iklim, dan krisis kesehatan seperti Covid-19 di Indonesia.

“Agak membingungkan cara Menkeu mengelola uang negara,” ujarnya saat berbincang dengan redaksi, Minggu (24/1).

Bukan soal tujuan dari utang yang dipermasalahkan Iwan Sumule. Namun soal tata kelola uang negara yang tidak dimaksimalkan oleh menkeu berpredikat terbaik dunia itu.

Pasalnya, negara masih memiliki dana sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2020 sebesar Rp 234,7 triliun. Data ini menunjukkan bahwa Sri Mulyani gagal memaksimalkan dana yang ada dan selalu menjadikan utang sebagai pilihan.

“Dari data yang ada, terdapat Silpa Rp 234,7 triliun anggaran di Tahun lalu, tapi masih saja menambah utang. Ini menunjukan anggaran ratusan Triliun tersebut tidak dimanfaatkan maksimal. Cara kelola tak benar,” tegas Iwan Sumule.

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut

Nasional

Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu

Nasional

Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme

Nasional

Peringati HUT ke-20 Partai Demokrat Gelar Vaksinasi Massal

Nasional

Vaksin Bersama Ning Lucy, Mempercepat Herd Immunity Di Surabaya

Nasional

Difasilitasi Aliyah Mustika Ilham, LMP Sulsel Gelar Vaksin Covid-19

Nasional

Partai Demokrat Dorong Jokowi Terbitkan Perppu Hilangkan Presidential Threshold

Nasional

Kemenkop-DPR Tingkatkan SDM UKM soal Digitalisasi Produk

Berita: Nasional - Demokrat Soroti Penugasan Jokowi Numpuk di Luhut •  Nasional - Demokrat soal Hak Angket Respons Kisruh KPK: Belum Perlu •  Nasional - Bentengi Masyarakat dan Pemuda dari Masuknya Paham Radikalisme •  Nasional - Peringati HUT ke-20 Partai Demokrat Gelar Vaksinasi Massal •  Nasional - Vaksin Bersama Ning Lucy, Mempercepat Herd Immunity Di Surabaya •  Nasional - Difasilitasi Aliyah Mustika Ilham, LMP Sulsel Gelar Vaksin Covid-19 •  Nasional - Partai Demokrat Dorong Jokowi Terbitkan Perppu Hilangkan Presidential Threshold •  Nasional - Kemenkop-DPR Tingkatkan SDM UKM soal Digitalisasi Produk •