BKSAP Serukan Pentingnya Konektivitas Indo-Pasifik untuk Jawab Berbagai Tantangan Regional

Jumat, 21 Januari 2022 16:34

bapak putu

Kawasan Indo-Pasifik yang luas dan mencakup berbagai negara di dalamnya, termasuk Indonesia, memiliki berbagai potensi yang belum tereksplorasi secara inklusif, seperti di bidang ekonomi dan perdagangan, konektivitas maritim, serta sumber daya alam. Di sisi lain, berbagai tantangan di kawasan Indo-Pasifik yang timbul, baik karena dinamika hubungan antar negara-negara di kawasan, kerusakan lingkungan, maupun penanganan pandemi Covid-19 turut mewarnai dinamika kawasan.

Merespon berbagai tantangan ini, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Kerja Sama Indo-Pasifik menyelenggarakan diskusi bertajuk “Proyeksi Kerja Sama Indonesia-Pasifik 2022: Perspektif Parlemen” di Museum Rudana, Ubud, Gianyar, Bali, Rabu (12/1/2022).

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan, diskusi ini membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama di kawasan Indo-Pasifik, antara lain perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19, ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional baik yang berasal dari kompetisi kekuatan aktor negara, hingga permasalahan perubahan iklim yang mengakibatkan berbagai masalah lingkungan dan berdampak bagi upaya pemeliharaan sumber daya alam berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

Lebih lanjut Putu menjelaskan, kebijakan BKSAP di kawasan Pasifik ke depan perlu mempertimbangkan dinamika geopolitik yang baru dan tanggapan ASEAN terhadap konektivitas, khususnya Pacific Corridor dengan agendanya implementasi Green Economy, memperbarui pembangunan manusia melalui kerja sama pendidikan dan menghubungkan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur yang diprioritaskan di timur Indonesia.

BKSAP telah membentuk dua Panitia Kerja (Panja) untuk tahun 2022 yaitu Panja Kerja Sama Indo-Pasifik dan Panja untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dialog ini bertujuan untuk mengeksplorasi Green Economy yang menjadi isu bersama dalam dua Panja tersebut guna memperkuat diplomasi parlemen yang mendukung kebijakan luar negeri Pemerintah Indonesia di kawasan Pasifik, tidak hanya untuk melindungi kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun juga untuk mewujudkan konektifitas Indonesia dengan negara-negara di Pasifik demi tercapainya stabilitas, keamanan dan kesejahteraan di kawasan. (man/sf)

( sumber : dpr.go.id )

Berita Lainnya

Nasional

Bambang Purwanto: Kebijakan Larangan Ekspor CPO dan Turunannya Hancurkan Petani

Nasional

Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang!

Nasional

Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah

Nasional

Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5

Nasional

Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon

Nasional

Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat

Nasional

Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat

Nasional

Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak

Berita: Nasional - Bambang Purwanto: Kebijakan Larangan Ekspor CPO dan Turunannya Hancurkan Petani •  Nasional - Legislator PD Kritik Sekjen DPR soal Gorden: Sense of Crisisnya Kurang! •  Nasional - Legislator Demokrat Ingatkan ASN, Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Berdiam Diri di Rumah •  Nasional - Jaring Bakat Sepakbola, Anak Buah AHY Gelar Turnamen Hero Cup 5 •  Nasional - Anggota DPR RI Sosialisasi 4 Pilar, Ini Keinginan IPSM Kota Cirebon •  Nasional - Kang Hero & Hj Ratnawati Salurkan Ribuan Paket Sembako Kepada Masyarakat •  Nasional - Respons Masinton Pasaribu, Anwar Hafid: Kita Harus Pastikan Proses Pemilu Tidak Boleh Terhambat •  Nasional - Wakil Rakyat Harus Duduk di Karpet? Nanang Samodra, Tidak •