BKSAP Apresiasi WTO Selesaikan Perjanjian Subsidi Perikanan di Konferensi Tingkat Menteri ke-12

Rabu, 03 Mei 2023 08:14

bpk putu s

Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengapresiasi organisasi World Trade Organization (WTO) yang telah menyelesaikan perjanjian subsidi perikanan pada Konferensi Tingkat Menteri ke-12 setelah negosiasi bertahun-tahun. Mengingat, subsidi perikanan berbahaya itu berkontribusi pada kelebihan kapasitas serta penangkapan ikan berlebihan. Sehingga, menjadi ancaman besar bagi keberlanjutan sumber daya laut dan dapat membahayakan ketahanan pangan dan ekonomi suatu negara.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana dalam keterangan resmi yang diterima Parlementaria, Senin (1/5/2023). Putu menyampaikan hal itu pada sesi pembahasan terkait Fisheries Subsidies Agreement (FSA) di sidang SC PCWTO ke-51 di Parlemen Eropa, Belgia, (27/4/2023).

"Ke depan, Parlemen (Indonesia) berkomitmen untuk membangun sinergi dengan Pemerintah Indonesia (khususnya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Perdagangan) untuk menelaah lebih lanjut peluang dan tantangan dari kesepakatan yang telah disepakati dan untuk membantu dalam mempersiapkan negosiasi berikutnya," ujar Putu.

Meskipun demikian, Putu menegaskan bahwa BKSAP DPR RI berkomitmen untuk selalu memperjuangkan dan melindungi nelayan kecil nasional, serta memastikan bahwa kesepakatan tersebut justru akan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global. Mengingat, ungkap Putu, Indonesia merupakan negara kepulauan memiliki ketergantungan yang besar terhadap sektor perikanan dan kelautan.

Selain itu, Putu yang juga Anggota Komisi VI DPR RI ini percaya bahwa kesepakatan semacam itu perlu memiliki hasil yang efektif dan bermakna yang mempertimbangkan perbedaan kemampuan dan karakteristik unik dalam memastikan pengurangan subsidi yang menyebabkan kelebihan kapasitas dan penangkapan ikan berlebihan.

Tak hanya itu, sambung Putu, BKSAP DPR RI juga berpandangan bahwa semua negara anggota WTO termasuk negara berkembang dan terbelakang harus memiliki pengelolaan perikanan. Hal itu dilaksanakan untuk memastikan pasokan ikan dan mempromosikan kegiatan penangkapan ikan yang berkelanjutan di dalam wilayah perairan yurisdiksi masing-masing.

"Kami sangat berharap bahwa setiap kesepakatan yang dibuat akan dilaksanakan atas dasar kesetaraan, saling menghormati dan kerja sama yang saling menguntungkan, dan terlebih lagi, melayani kepentingan sosial-ekonomi negara-negara berkembang dan terbelakang, termasuk orang-orang yang hidup dalam situasi rentan," tandas Politisi Fraksi Partai Demokrat ini.

Sebagai catatan penutup, DPR RI, tuturnya, termasuk badan-badan atau komisi-komisi DPR yang terkait, juga berkomitmen untuk secara aktif bekerja sama dengan pemerintah dalam meratifikasi perjanjian-perjanjian internasional yang telah dibuat. "Parlemen kita juga menantikan diskusi yang bermakna dan adil mengenai negosiasi gelombang kedua tentang subsidi perikanan dan kesepakatan potensial lainnya di bawah WTO," pungkas Putu. (pun/rdn)

 

( sumber : dpr.go.id )


Berita Lainnya

Nasional

Dede Yusuf Minta Mahasiswa Boleh Cicil Biaya Kuliah

Nasional

Ubah Konflik Jadi Kerja Sama, Diplomasi Air Potensi Promosikan Perdamaian Dunia

Nasional

WWF ke -10 di Bali, Putu Rudana : Isu Air Bukan Isu yang Ecek-ecek

Nasional

Polda dan Kajati Harus Berkolaborasi Ciptakan Pusat Pengendali Pengelolaan Tambang di Sultra

Nasional

Desak Pemerintah Selesaikan Persoalan, Komisi X Bentuk Panja Pembiayaan Pendidikan

Nasional

Dede Yusuf Tolak Usul Legalkan Politik Uang: Orang Akan Berlomba-lomba Cari Duit Tidak Benar

Nasional

Desak Pemerintah Selesaikan Persoalan, Komisi X Bentuk Panja Pembiayaan Pendidikan

Nasional

Demokrat Usul Utusan Parpol Jadi Penyelenggara Pemilu

Berita: Nasional - Dede Yusuf Minta Mahasiswa Boleh Cicil Biaya Kuliah •  Nasional - Ubah Konflik Jadi Kerja Sama, Diplomasi Air Potensi Promosikan Perdamaian Dunia •  Nasional - WWF ke -10 di Bali, Putu Rudana : Isu Air Bukan Isu yang Ecek-ecek •  Nasional - Polda dan Kajati Harus Berkolaborasi Ciptakan Pusat Pengendali Pengelolaan Tambang di Sultra •  Nasional - Desak Pemerintah Selesaikan Persoalan, Komisi X Bentuk Panja Pembiayaan Pendidikan •  Nasional - Dede Yusuf Tolak Usul Legalkan Politik Uang: Orang Akan Berlomba-lomba Cari Duit Tidak Benar •  Nasional - Desak Pemerintah Selesaikan Persoalan, Komisi X Bentuk Panja Pembiayaan Pendidikan •  Nasional - Demokrat Usul Utusan Parpol Jadi Penyelenggara Pemilu •