Bias Aplikasi PeduliLindungi Dibobol, Legislator Demokrat: Kami Sudah Peduli, Jangan Sampai Data Kami tidak Dilindungi

Selasa, 14 September 2021 15:47

Aliyah-Mustika

Insiden pembobolan data pengguna pada aplikasi PeduliLindungi milik Kementrian Kesehatan ditanggapi serius Anggota Komisi IX DPR RI,Aliyah Mustika Ilham pada Raker dan RDP dengan Kemenkes, Menkeu dan satgas covid-19, Senin (13/9/2021).

Legislator Demokrat ini, bahkan mempertanyakan ketegasan pemerintah melalui Menteri Kesehatan mengelolah aplikasi PeduliLindungi tersebut.

“Melindungi data kependudukan masyarakat, sudah mutlak menjadi kewajiban pemerintah,” terang Aliyah Mustika

Sehingga tentu kami perlu mempertanyakan, apakah pemerintah dalam hal ini kemenkes, ada strategi atau bentuk perlindungan khusus untuk melindungi data pengguna yang menggunakan aplikasi tersebut.

 

“Jangan sampai, kami sudah peduli. Tapi data kami tidak dilindungi oleh pemerintah,”tutur Aliyah Mustika.

Apalagi kata Aliyah, aplikasi milik pemerintah seharusnya mumpuni melindungi data kependudukan rakyatnya. “Sehingga kami berharap, semoga insiden kebocoran data pada aplikasi PeduliLindungi tidak lagi berulang,” imbuhnya.

Solusinya tambah Aliyah yakni bisa menduplikat penerapan di negara tetangga. “Kenapa kita tidak mencontoh penerapan di Singapura yakni berbentuk kartu emoney,” sebutnya.

Selain itu, keunggulan menggunakan metode tersebut adalah bisa dimiliki semua lapisan masyarakat. “Sehingga masyarakat yang tidak memiliki handphone dapat menggunakan kartu tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menuturkan jika pihaknya menyadari pengelolaan aplikasi tersebut belum secara menyeluruh.

“Kami juga sedang memikirkan, bagaimana aplikasi tersebut digunakan tanpa smartphone. Hal hal ini terus kami geliatkan untuk mempermudah penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara meluas tentunya,” kuncinya. (Msn/fajar)

(sumber : fajar.co.id)

Berita Lainnya

Nasional

Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi

Nasional

Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang

Nasional

Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA

Nasional

Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya

Nasional

Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik”

Nasional

Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks

Nasional

Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir

Nasional

Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor

Berita: Nasional - Berorientasi Bisnis, Syarief Hasan Sebut Yusril Tutup Mata Atas Pelanggaran Hukum dan Demokrasi •  Nasional - Utang Melebihi Setengah Aset, Wakil Ketua MPR: Perlu Langkah Strategis Kurangi Utang •  Nasional - Legislator William Wandik Nilai Gugatan Kubu Moeldoko Lemah, Optimis Ditolak MA •  Nasional - Demokrat Kubu AHY Optimistis MA Keluarkan Keputusan Seadil-adilnya •  Nasional - Judicial Review Pro Muldoko Masuk Kategori “Begal Politik” •  Nasional - Perlu Keseriusan Serap Produksi Baja Dalam Negeri, Legislator: Krakatau Steel Sudah Sangat Kompleks •  Nasional - Pemerintah Diminta Ambil Sikap soal AUKUS, Jangan Cuma Bilang Khawatir •  Nasional - Anggota FPD DPR RI Perjuangkan Peningkatan Upah Guru Honor •