Bambang Purwanto: Petani Sawit Terancam Bangkrut, Pemerintah Perlu Intervensi

Rabu, 13 Juli 2022 10:44

bambang (1)

Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto, mendesak pemerintah turun tangan mengatasi anjloknya harga sawit di tingkat petani. Sebab apabila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan membuat petani sawit di daerah terancam gulung tikar.

"Di sinilah peran pemerintah harus mampu mengatur agar tidak merugikan petani kecil, seperti yang terjadi saat ini pada kasus CPO yang berujung ke harga sawit petani jatuh, petani terancam bangkut massal," kata Bambang Purwanto, Senin (11/7/2022).
 
Di samping itu, Bambang juga meminta pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian tarif ekspor CPO yang saat ini dinilai masih terlalu tinggi, sehingga secara tidak langsung ikut memberikan dampak kepada petani sawit mandiri.
 
"Harga sawit tentu dipengaruhi oleh kondisi hilirnya di mana pajak ekspor dan penerimaan negara yang lain terlalu tinggi. Akibatnya eksportir gak mau rugi yang akhirnya dibebankan ke petani melalui harga sawit petani murah. Artinya pajak yang nanggung petani," ucap dia.
 
Politisi Fraksi Demokrat ini menyatakan pemerintah harus ikut terlibat aktif guna menyelamatkan keberlangsungan industri sawit nasional, baik dari segi aturan dalam mata rantai industrinya.
 
"Solusinya bukan hanya soal regulasi tapi harus ada tindakan intervensi, pemerintah harus masuk sampai ke pasar agar hulu sampai hilir masing-masing stake holder diuntungkan dan penerimaan negara menyesuaikan untuk sama-sama menjaga kelancaran industri sawit yang cukup potensial"
 
"Dalam kondisi yang darurat saat ini stop dulu sementara penerimaan negara agar mata rantai industri sawit kembali normal baru ditata ulang. Petani bisa terselamatkan," tegas Bambang.
 
Lebih lanjut sambungnya, meski saat ini indonesia memiliki areal perkebunan sawit terbesar di dunia, namun dari segi pengelolaan industri hulu dan hilir dinilai masih kalah dari negeri jiran, termasuk dalam penentuan harga sawit dan CPO.
 
"Berbeda dengan Malaysia telah memiliki tata kelola sawit bagus sekali dan mereka bangun berbasis supply chain jadi sudah industri sifatnya. Melalui pola ini semua stake holder diuntungkan, makanya beli TBS petani lebih mahal dari negeri kita tercinta dan mereka lead soal harga CPO dunia," beber dia.
 
( sumber : kumparan.com )

Berita Lainnya

Nasional

Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan

Nasional

BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia

Nasional

Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim

Nasional

Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima?

Nasional

BKSAP DPR Harap Diplomasi Parlemen Dapat Optimalkan Potensi Daerah di Indonesia

Nasional

Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah

Nasional

RUU Kepariwisataan Hadirkan Tata Kelola Baru Pariwisata yang Komprehensif dan Berkelanjutan

Nasional

Anwar Hafid: Sistem dan Sarpras BMKG Harus Ditingkatkan

Berita: Nasional - Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan •  Nasional - BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia •  Nasional - Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim •  Nasional - Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima? •  Nasional - BKSAP DPR Harap Diplomasi Parlemen Dapat Optimalkan Potensi Daerah di Indonesia •  Nasional - Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah •  Nasional - RUU Kepariwisataan Hadirkan Tata Kelola Baru Pariwisata yang Komprehensif dan Berkelanjutan •  Nasional - Anwar Hafid: Sistem dan Sarpras BMKG Harus Ditingkatkan •