Minggu, 05 April 2020 17:28 0

1

Anggota Badan Legislasi DPR RI Bambang Purwanto mengajak koleganya di Parlemen untuk bersama-sama merenungkan penundaan pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rapat paripurna DPR beberapa hari lalu, diputuskan bahwa pemerintah bersama dewan tetap melanjutkan pembahasan RUU sapu jagat tersebut di tengah kondisi tanggap darurat penyebaran virus Corona (Covid-19). Pembahasannya akan dilakukan oleh Baleg DPR.

"Saya pribadi meminta pembahasan RUU Cipta Kerja ditunda supaya kita bisa fokus menangani pandemi Covid-19. Sebaiknya kita sama-sama merenung. Jangan sampai kita yang diberi mandat duduk di parlemen tidak mendengarkan keluhan masyarakat," ucap Bambang.

Legislator Partai Demokrat itu mengatakan, dalam kondisi seperti sekarang ini peran DPR sangat diharapkan oleh rakyat selaku pemberi mandat untuk berbuat dalam penanganan Covid-19. Termasuk membantu pemerintah agar bergerak cepat merealisasikan kebijakan yang telah diambil.

Sebagai contoh, kata Bambang, terkait relokasi anggaran yang sudah digaungkan pemerintah terutama yang tidak menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung harus segera dieksekusi. Dia bahkan mendorong supaya anggaran infrastruktur bisa ditunda dan dialihkan untuk membantu masyarakat lapis bawah yang usahanya terhenti akibat pademi ini. "ini penting dipikirkan pemerintah karena masyarakat bisa kelaparan jika perekonomiannya tidak diselamatkan. Di sinilah kita perlunya bersama-sama seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah untuk focus menghadapi Covid-19," jelas politikus asal Kalimantan Tengah ini.

Bambang mengatakan, sungguh sebuah ironi ketika masyarakat menderita akibat wabah virus Corona, pemerintah justru menginginkan pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja yang masih menjadi polemik di kalangan publik, tetap dilanjutkan.

Untuk itu, Bambang berharap fraksi-fraksi di dewan bisa mengingatkan pemerintah untuk fokus dahulu menangani Covid-19. Setelah masalah ini selesai, maka pembahasan RUU Cipta Kerja maupun produk legislasi lainnya bisa kembali dilanjutkan. "Tujuan RUU Cipta Kerja memang baik guna penyederhanaan regulasi. Tetapi manakala dibahas tergesa-gesa dan tidak transparan bukan mustahil menjadi tidak ideal dan akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari," tandas Bambang. 

 

Berita Lainya

Nasional

Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020

Nasional

Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah

Nasional

Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang

Nasional

8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy

Nasional

Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar

Nasional

BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah!

Nasional

Peduli Dampak Covid-19, Herman Khaeron Sambangi Rumah Sakit dan Masyarakat

Nasional

Irwan Fecho: Kebijakan Pak Jokowi Bikin Rakyat Makin Ambyar

Berita: Nasional - Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020 •  Nasional - Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah •  Nasional - Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang •  Nasional - 8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy •  Nasional - Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar •  Nasional - BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah! •  Nasional - Peduli Dampak Covid-19, Herman Khaeron Sambangi Rumah Sakit dan Masyarakat •  Nasional - Irwan Fecho: Kebijakan Pak Jokowi Bikin Rakyat Makin Ambyar •