Anggota DPR Yakin Kasus Kematian Brigadir J Akan Terungkap Jika Kapolri Punya Political Will

Senin, 25 Juli 2022 11:11

kadiv

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J akan terungkap jika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memiliki political will.

"Jika political will Kapolri diimplementasikan dalam action will yang serius, transparan dan akuntabel, saya yakin semua motif, modus dan konstruksi kasusnya akan bisa terungkap," kata Didik dalam keterangannya, Senin (25/7/2022).

Sebab menurutnya, spekulasi perihal kematian Brigadir J ini terus berkembang setiap hari.

Didik menegaskan hal tersebut tentu menjadi pertanyaan publik sepanjang proses pengungkapan kasus tidak transparan dan akuntabel.

"Semakin hari, semakin banyak spekulasi dan dugaan yang berkembang seputar kematian Brigadir J. Hal ini akan terus menjadi tanda tanya dan spekulasi publik, sepanjang pengungkapan kasus ini belum dirasakan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan publiknya," ujarnya.

Apalagi, kata dia, dalam kasus ini penyidik menggunakan pendekatan scientific criminal investigation

"Metode pendekatan penyidikan ini mengedepankan berbagai disiplin ilmu pengetahuan guna mengungkap suatu kasus," ucap Didik.

Didik menjelaskan pada proses pembuktian secara ilmiah atau scientific investigation tersebut, peran ilmu pengetahuan sangat besar dalam membantu pengungkapan dan proses penyidikan tindak pidana.

"Salah satu yang berperan adalah ilmu forensik, yang merupakan suatu ilmu pengetahuan yang menggunakan multi disiplin ilmu untuk menerapkan ilmu pengetahuan alam, kimia, kedokteran, biologi, psikologi, dan kriminologi," ungkapnya.

Menurut keterangan awal polisi, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Tim khusus kasus tewasnya Brigadir J akan melakukan ekshumasi atau autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J pada Rabu (27/7/2022) lusa.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut nantinya akan ada tujuh hingga 10 dokter forensik yang akan diterjunkan baik dari internal maupun eksternal Polri.

"Dari Polri ada Dokpol Forensik. Kalau dari eksternal ada Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), RSCM dan Dokter Forensik dari beberapa Universitas. Jumlahnya di atas 7 sampai 10 lebih," kata Dedi saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (24/7/2022).

Setelah jenazah berhasil diangkat dari makamnya, Dedi menerangkan pihaknya akan membawa jenazah Brigadir J ke RSUD terdekat di Jambi untuk proses autopsi ulang.

"Tempat (autopsi ulang) di RSUD terdekat, karena informasi dari dokter Polda, lokasi makam sempit," jelasnya.

Ia menuturkan perintah ekshumasi tersebut sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Eks Kabareskrim itu meminta adanya proses ekshumasi digelar sesegera mungkin.

Menurutnya, nantinya autopsi ulang Brigadir J bakal melibatkan pihak yang ahli di bidangnya.

Karena itu, autopsi ulang diharapkan dapat memperkuat pembuktian dalam kasus tersebut.

"Tim akan berangkat hari Selasa dan Rabu akan dilaksanakan ekshumasi dengan menghadirkan para pihak. Tentunya pihak pihak yang ekspert di bidangnya," pungkasnya.

( sumber : m.tribunews.com )

Berita Lainnya

Nasional

RUU Kesehatan Perlu Atur Penyederhanaan Syarat Praktik Dokter Luar Negeri

Nasional

DPR ke ESDM: 90 Persen Tambang Nikel RI Dikuasai China Pak Menteri

Nasional

Waketum Demokrat Sebut Pemerintah Kerahkan Buzzer Alihkan Perhatian Publik Atas Krisis Ekonomi

Nasional

Legislator Komisi VII Nilai Harga Kendaraan Listrik Relatif Mahal

Nasional

Legislator Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Pemuda Indonesia

Nasional

Dede Yusuf Soroti Investasi Asing di Perguruan Tinggi

Nasional

Penyelenggaraan Pendidikan Luar Kampus Perlu Perhatikan Kerja Sama dengan PTS Setempat

Nasional

Nanang Samodra Kagumi Ritual Adat Bisok Dese Desa Marong

Berita: Nasional - RUU Kesehatan Perlu Atur Penyederhanaan Syarat Praktik Dokter Luar Negeri •  Nasional - DPR ke ESDM: 90 Persen Tambang Nikel RI Dikuasai China Pak Menteri •  Nasional - Waketum Demokrat Sebut Pemerintah Kerahkan Buzzer Alihkan Perhatian Publik Atas Krisis Ekonomi •  Nasional - Legislator Komisi VII Nilai Harga Kendaraan Listrik Relatif Mahal •  Nasional - Legislator Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Pemuda Indonesia •  Nasional - Dede Yusuf Soroti Investasi Asing di Perguruan Tinggi •  Nasional - Penyelenggaraan Pendidikan Luar Kampus Perlu Perhatikan Kerja Sama dengan PTS Setempat •  Nasional - Nanang Samodra Kagumi Ritual Adat Bisok Dese Desa Marong •