Anggota DPR Soroti Kasus Mafia Tanah di Jawa Tengah

Selasa, 04 Mei 2021 05:43

pak san

Anggota Komisi III DPR, Santoso, turut angkat bicara terhadap kasus mafia tanah di Jawa Tengah yang diduga dilakukan oleh seseorang bernama Agus Hartono. Dia meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menindak tegas anak buahnya yang main-main dalam menangani kasus tersebut.

Menurut Santoso, berdasarkan pengakuan 15 korban, apa yang dilakukan oleh Agus Hartono dalam transaksi jual beli tanah senilai total Rp95 miliar itu mengandung unsur penipuan dan memenuhi unsur pidana.

"Tindakan yang dilakukan saudara Agus Hartono yang melakukan penipuan dalam hal tanah dan bangunan di daerah Jogja, Salatiga, Brebes, Kudus, dan Semarang ternyata yang bersangkutan terbukti bersalah berdasarkan laporan korban," kata Santoso saat bertemu para korban mafia tanah di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 30 April 2021.

Menurut politikus Partai Demokrat itu, para korban sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Tengah. Namun, Polda Jateng tidak profesional dalam menangani masalah tersebut.

Bahkan, Polda Jateng malah menetapkan salah satu korban yang melaporkan kasus penipuan tersebut.

"Agus Hartono jelas-jelas melakukan tindak pidana. Tapi malah pelapor yang dikriminalisasi. Saya berharap agar kapolri bertindak tegas terhadap penyimpangan oleh anak buahnya, khususnya di wilayah Polda Jateng," tegasnya.

Atas kejanggalan ini, Santoso berjanji akan membawa kasus penipuan berkedok jual-beli tanah ini ke rapat dengan kapolri.

"Kalau ada jadwal tentu akan kita bawa. Namun jika tak ada jadwal, kita akan sampaikan langsung kepada kapolri agar pengaduan dan laporan masyarakat ini dapat ditindaklanjuti demi mewujudkan keadilan," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 15 korban menyampaikan kasus penipuan jual-beli tanah senilai Rp95 miliar yang dilakukan seorang pria bernama Agus Hartono. Praktik dugaan penipuan yang dilakukan pria asal Semarang, Jawa Tengah, itu lintas provinsi dan kota di Pulau Jawa, dengan modus berpura-pura ingin membeli tanah para korbannya.

 

 

Berita Lainnya

Nasional

Anggota Komisi II Kritisi Cat Ulang Pesawat Presiden: Lebih Baik untuk Oksigen

Nasional

Transaksi Digital Didominasi Asing, Marwan Demokrat: UMKM Harus Agresif Memasuki Pasar Digital

Nasional

Upaya Ibas Supaya Peternak Sapi dan Kambing Tak Menjerit Kena Pandemi

Nasional

Modernisasi Pertanian Tanah Air, Ibas Berikan Alat Panen “Combine Halvester” untuk Petani

Nasional

Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri

Nasional

Larangan Masuk WNI ke Berbagai Negara di Dunia, Anton Suratto: Diplomasi RI Perlu Evaluasi

Nasional

Soroti Kasus BRI Life, Anton Desak RUU PDP Direalisasikan

Nasional

Komisi III DPR Minta Kejagung Bongkar Skandar Impor Emas PT Antam Rp 47,1 Triliun

Berita: Nasional - Anggota Komisi II Kritisi Cat Ulang Pesawat Presiden: Lebih Baik untuk Oksigen •  Nasional - Transaksi Digital Didominasi Asing, Marwan Demokrat: UMKM Harus Agresif Memasuki Pasar Digital •  Nasional - Upaya Ibas Supaya Peternak Sapi dan Kambing Tak Menjerit Kena Pandemi •  Nasional - Modernisasi Pertanian Tanah Air, Ibas Berikan Alat Panen “Combine Halvester” untuk Petani •  Nasional - Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri •  Nasional - Larangan Masuk WNI ke Berbagai Negara di Dunia, Anton Suratto: Diplomasi RI Perlu Evaluasi •  Nasional - Soroti Kasus BRI Life, Anton Desak RUU PDP Direalisasikan •  Nasional - Komisi III DPR Minta Kejagung Bongkar Skandar Impor Emas PT Antam Rp 47,1 Triliun •