Sabtu, 04 April 2020 12:20 0

2

Tiba-tiba wabah virus covid-19 begitu cepat meluas. Seluruh provinsi di Indonesia tak bebas dari penyebaran virus ini. Pemerintah bergerak, berusaha menahan laju penyebaran atau penularan virus ini ke masyarakat.

Berbagai kebijakan dikeluarkan. Mulai social distancing, physical distancing, belajar dari rumah, work from home, dan imbauan masyarakat untuk menunda sementara waktu melakukan kegiatan sosial dan keagamaan yang dapat mengundang banyak orang.

Bahkan, kebijakan terakhir diambil Presiden Joko Widodo adalah berupa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

1

Para wakil rakyat pun tertuntut untuk ikut bergerak, mengeluarkan ide dan pemikirannya agar pemerintah bisa mengambil langkah-langkah yang mendorong percepatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang sudah mendunia ini.

Zulfikar Hamonangan SH, menjadi salah satu aktor pemikir dari persoalan ini. Idenya yang cerdas dan bernas keluar dari kepalanya. Cukup mengena dan jelas sasarannya.

Pria kelahiran 22 Januari 1976 ini pernah melontarkan ide pembentukan task force atau satuan tugas penanganan covid-19 melalui media. Diakui atau tidak, pemerintah tak lama kemudian mengumumkan terbentuknya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diketuai Letjen TNI Doni Monardo.

Bukan itu saja. Politisi Partai Demokrat ini pernah pun mengusulkan agar pemerintah melakukan gerakan ‘Ketok Sehat’. Yakni, sebuah gerakan masif sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona di tengah masyarakat.

Cara kerja ‘Ketok Sehat’ ini adalah dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Gerakan ini dilakukan di tiap kelurahan atau desa dengan menyediakan tenaga medis, yakni satu dokter dan lima perawat. Juga ketersediaan obat-obatan yang cukup.

3

“Langkah ini untuk meminimalisir rasa takut, cemas, panik, dan was-was masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus-terusan was-was dan ketakutan satu dengan yang lainnya akibat tidak dapat dipastikan kondisi kesehatan badannya,” kata anggota DPR RI dapil Banten tiga ini.

Ide dan pemikirannya terus mengalir. Pandemi virus yang dinilainya sudah sulit terkendali ini, juga harus didukung pendanaan yang memadai. Oleh karena itu, anggota Komisi VII DPR RI ini mendorong pemerintah pusat mengambil kebijakan yang ekstra serius, komprehensif, dan masif.

Pemerintah pusat harus maksimalkan perubahan APBN untuk anggaran penelitian vaksin covid-19 dan menghasilkan vaksin. Kerja sama dengan WHO agar mendapatkan vaksin terbaik serta obat-obatan dengan skala besar.

“Sudah SOS. Bukan saatnya lagi saling menyalahkan. Sekarang saatnya bersatu,” kata Ketua Bamus Kota Tangerang tahun 2018-2019 ini.

Rupanya, Bang Zul menganggap ide dan pemikiran saja tak cukup. Imbauan demi imbauan pun baginya kurang mampu menggerakkan masyarakat ikut aktif mencegah penyebaran virus ini.

Ia merasa penting untuk langsung turun ke tengah masyarakat. Bersosialisasi dan memberi edukasi. Juga melakukan langkah-langkah yang bisa menjaga psikologi masyarakat agar tidak panik dan cemas.

Melakukan penyemprotan cairan disinfektan dari satu wilayah ke wilayah lain, nyaris tak pernah berhenti dilakukannya bersama timnya dari Angkatan Muda Penggerak Demokrat (AMPD) yang tergabung dalam Satgas Kemanusiaan Demokrat. Ia pun mengajak masyarakat, RT dan RW untuk bersama-sama bergerak memerangi covid-19.

Terik matahari yang sangat menyengat seluruh tubuh tak menyurutkan semangatnya berbuat untuk masyarakat. Ini pun sudah menjadi perintah DPP Partai Demokrat dan Fraksi Demokrat DPR RI.

“Walaupun panas matahari menyengat seluruh tubuh, sebagai wakil rakyat saya selalu ikut turun bersama tim melakukan penyemprotan disinfektan. Saya turun langsung bersama RT/RW dari pintu ke pintu,” kata alumni Universitas Islam Azzahra ini.

Dengan mengenakan masker, kaos biru bertuliskan ‘Satgas Kemanusiaan Demokrat’, Bang Zul menyusuri rumah-rumah warga. Sudah tak terhitung jumlah rumah yang disemprotkannya bersama tim. “Bisa jadi, apa yang kami lakukan ini ada risikonya. Tapi itu tak masalah. Apa pun risikonya, ini buat kepentingan masyarakat,” katanya.

Zulfikar berharap wabah corona ini tak makin meluas, sehingga masyarakat bisa kembali normal menjalankan aktivitas kesehariannya. 

Berita Lainya

Nasional

Wacana Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan, Lucy Kurniasari Imbau Pemerintah Patuhi Putusan MA

Nasional

New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah Lawan Covid-19

Nasional

Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020

Nasional

Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah

Nasional

Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang

Nasional

8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy

Nasional

Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar

Nasional

BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah!

Berita: Nasional - Wacana Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan, Lucy Kurniasari Imbau Pemerintah Patuhi Putusan MA •  Nasional - New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah Lawan Covid-19 •  Nasional - Waketum Demokrat Kritik Pelebaran Defisit dalam APBN 2020 •  Nasional - Demokrat: New Normal Bentuk Kekalahan Perang Pemerintah •  Nasional - Melani Suharli Serahkan Sembako Bagi Para Pedagang Pujasera Nyi Ageng Serang •  Nasional - 8.000 Paket Sembako dari Vera Vebyanthy •  Nasional - Setelah Paser dan Kutim, Program Padat Karya Usulan Irwan Pun Berjalan di Kukar •  Nasional - BPJS Naik, Muraz: Pemerintah Jangan Kuping Gajah! •