Anggota DPR Dede Yusuf Berikan Rapor untuk Nadiem di Hardiknas 2021, Apa Hasilnya ?

Selasa, 04 Mei 2021 06:09

PAK dd

Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikanDede Yusuf menyampaikan evaluasi atas kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim. Hal ini diungkapkannya dalam Webinar terkait Hari Pendidikan Nasional 2021.

"Sosok Nadiem yang mempunyai sejuta gagasan tidak mudah membawa gerbong kementerian Pendidikan yang besar ini dikarenakan merubah kultur dan sistem pendidikan itu harus melibatkan berbagai bidang," ujar Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu pada Minggu 2 Mei 2021.

Dede Yusuf menyarankan agar Nadiem dalam menjalankan ide-idenya haruslah melaksakan studi terlebih dahulu dan ujicoba dalam melaksanakan studi itu selain itu komunikasi juga harus ditingkatkan kepada stakeholder pendidikan yang beragam.

"Yang pertama studinya yang kedua uji coba yang namanya sampling test diikuti dengan update monitoring evaluasi dan yang ketiga komunikasi yang sangat penting karena stekeholder pendidikan itu begitu besar luas dan memiliki kemapanannya masing-masing misal Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Pesantren dll," imbuhnya.

Dede Yusuf juga menambahkan komunikasi begitu penting karena untuk menyesuaikan perkembangan zaman, kedepan UU Sisdiknas akan direvisi oleh DPR dan peta jalan pendidikan harus disepakati bersama DPR.

"Karena kalau peta jalan pendidikan hanya dilaksanakan pemerintah sementara UU Sisdiknas yang dibuat DPR berbeda sudah pasti peta jalan harus berubah sesuai undang-undang," lanjutnya.

Politisi Partai Demokrat itu pun menambahkan untuk PR yang belum selesai terkait kesejahteraan guru, infrastruktur pendidikan dan perbedaan negeri swasta, mahalnya biaya pendidikan tetap harus diselesaikan oleh Kemdikbud. Dede menyarankan agar anggaran pendidikan yang dikelola kemdikbud meningkat menjadi 50 persen dan total keseluruhan 20 persen APBN.

"Porsi anggaran yang dikelola Kemdikbud (harus) diperbesar, karena selama ini kemdikbud hanya mengelola 30 persen dari 20 persen APBN, harusnya fifty fifty, jadi 50 persen dikelola Kemdikbud sisanya yang baru menjadi DAK dan DAU yang turun ke daerah dan lain lain," sarannya.

Secara umum Dede Yusuf mewakili komisi X mengapresiasi kinerja NadiemNadiem menurutnya tanggap saat dewan menyampaikan usulan-usulan dari DPR.

"Komisi X cukup mengapresiasi apa yang dilakukan karena setiap mengusulkan biasanya beliau akan segera melakukan perubahan untuk bisa menerima masukan dari dewan," tuturnya.

Dede Yusuf juga menilai sangat berat bagi Nadiem yang saat awal menjabat langsung dihantam pandemi dan pemotongan anggaran di beberapa pos kementerian, dan kritik terkait hal komunikasi publik.

"Masalah terbesar Nadiem itu ketika awal menjabat terkena pandemi, potong anggaran sana-sini, koordinasi tidak berjalan dengan baik, ada benturan soal salah kata atau kebijakan, itu menjadi pendewasaan bagi seorang Nadiem,"pungkasnya.***

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Ajak Kawal Pemilu 2024

Nasional

Buntut Soal Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto, Benny K Harman Tawarkan 4 Opsi, Salah Satunya Presiden Tidak Terbitkan Keppres

Nasional

Puluhan Peserta Jaringan Hero Center Ikuti Diklatsar

Nasional

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Nasional

Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan

Nasional

BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia

Nasional

Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim

Nasional

Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima?

Berita: Nasional - Demokrat Ajak Kawal Pemilu 2024 •  Nasional - Buntut Soal Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto, Benny K Harman Tawarkan 4 Opsi, Salah Satunya Presiden Tidak Terbitkan Keppres •  Nasional - Puluhan Peserta Jaringan Hero Center Ikuti Diklatsar •  Nasional - Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam •  Nasional - Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan •  Nasional - BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia •  Nasional - Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim •  Nasional - Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima? •