Anak Buah SBY Ingatkan Jonan Prioritaskan Hak Korban

Jumat, 09 Januari 2015 00:00

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi V DPR yang membidangi transportasi, Michael Wattimena menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Perhubungan pasca-insiden kecelakaan AirAsia rute Surabaya-Singapura di Laut Jawa. Namun demikian Michael mengingatkan agar pemenuhan hak-hak korban menjadi prioritas pemerintah.

Michael menyebut kebijakan Menteri Pehubungan Ignasius Jonan seperti pembekuan rute penerbangan AirAsia Surabaya-Singapura, mutasi para pejabat yang menangani penerbangan, hingga menghapuskan penerbangan murah atau low cost carrier (LCC) sudah cukup baik. Hanya saja, pemerintah tetap harus memastikan klaim asuransi bagi para penumpang AirAsia bisa dibayarkan.

"Langkah pemerintah sudah bagus, tapi sebaiknya pemerintah terus berupaya untuk pencarian para korban, mendukung Basarnas, TNI, KNKT dalam pencarian korban dan kotak hitam. Setelah itu selesaikan hak-hak keluarga korban mendapat asuransi," kata Michael saat dihubungi, Jumat (9/1/2015).

Politikus Partai Demokrat (PD) itu justru mengaku khawatir dengan klaim asuransi yang menjadi hak keluarga korban yang hingga kini masih jadi perdebatan. Sebab, pihak asuransi enggan bertanggung jawab jika kecelakaan itu ternyata terjadi karena kelalaian.

Wakil rakyat asal Papua Barat itu menegaskan, DPR pasti mendukung langkah pemerintah menjerat maskapai penerbangan nakal. Sebab, sanksi perlu diterapkan untuk memunculkan efek jera sekaligus memastikan ke depan semua maskapai benar-benar menerapkan standar operasional prosedur (SOP) terutama terkait keselamatan penerbangan.

Karenanya Michael kembali mengingatkan pemerintah agar pencarian korban AirAsia dan pemenuhan hak-hak korban diprioritaskan. "Jangan sampai korban belum ditemukan, pemerintah disibukkan dengan soal sanksi. DPR akan terus mengawal kecelakaan AirAsia, terutama tanggung jawab maskapai penerbangan dalam hal menangani asuransi untuk keluarga korban," pinta anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di PD itu.(fat/jpnn)

Berita Lainnya

Nasional

Demokrat Ajak Kawal Pemilu 2024

Nasional

Buntut Soal Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto, Benny K Harman Tawarkan 4 Opsi, Salah Satunya Presiden Tidak Terbitkan Keppres

Nasional

Puluhan Peserta Jaringan Hero Center Ikuti Diklatsar

Nasional

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Nasional

Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan

Nasional

BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia

Nasional

Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim

Nasional

Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima?

Berita: Nasional - Demokrat Ajak Kawal Pemilu 2024 •  Nasional - Buntut Soal Pemecatan Hakim Konstitusi Aswanto, Benny K Harman Tawarkan 4 Opsi, Salah Satunya Presiden Tidak Terbitkan Keppres •  Nasional - Puluhan Peserta Jaringan Hero Center Ikuti Diklatsar •  Nasional - Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam •  Nasional - Santoso: F-PD Siap Lakukan Perubahan dan Perbaikan •  Nasional - BKSAP DPR Harap Parlemen Uni Eropa Lebih Membuka Diri Kerja Sama dengan Indonesia •  Nasional - Pertanyakan Anggaran hingga Sosok Setara Dirjen, Komisi X Tagih Output ‘Tim Bayangan’ Nadiem Makarim •  Nasional - Gas Melon Mau Diganti Kompor Induksi, Legislator Demokrat: Bagaimana Nasib Pedagang Kaki Lima? •