Ada yang Curhat Masih Dikejar-kejar Rentenir, Mas Ibas: Miris Kami Mendengarnya

Rabu, 09 Juni 2021 11:28

pak ibas eby

Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengaku akan terus berupaya menjawab semua kebutuhan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Ibas mengatakan itu saat menghadiri Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro secara daring dan dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji secara langsung di Hotel Permata, Jawa Timur.

“Saya peduli dan terus berupaya menjawab kebutuhan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus memastikan tingkat kemanfaatan yang akan diterima secara langsung dan berkelanjutan,” ujar Ibas dalam sambutannya di acara itu.

Putra bungsu Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengatakan sebanyak 60 juta orang di tanah air merupakan pelaku UMKM dengan jumlah modal 1 hingga 50 juta. 

Dari jumlah itu, sebanyak 80 persen UMKM belum memiliki akses kepada lembaga keuangan formal. 

Dari situ, kata Ibas, membuat UMKM lebih mengenal pihak pinjaman online (pinjol), hingga rentenir untuk urusan permodalan. 

“Miris kami mendengar masih banyak UMKM atau masyarakat kecil dikejar-kejar para peminjam online (pinjol), rentenir, dan para peminjam ilegal yang sampai sampai melibatkan debt collector," imbuhnya.

Apa lagi, kata dia, saat ini pandemi masih menyisakan ketidakpastian. UMKM pun sulit berkembang karena daya beli lesu dan adanya pembatasan sosial. 

"Alhasil, pendapatan mereka menurun dan utang melilit di depan mata, bahkan ekstremnya sampai bangkrut. Semoga tidak ada yang terjadi di Pacitan ini, ya, amin," ujar dia.

Dari jaring aspirasi yang sudah dilaksanakan sejauh ini, Ibas mengungkapkan ada tiga tantangan yang kerap disampaikan langsung oleh para pelaku UMKM yaitu pembiayaan, pemasaran, dan tantangan adopsi teknologi. 

Untuk akses pembiayaan, kata dia, UMKM perlu kepastian akses pembiayaan sebagai bagian dari inklusi keuangan. Selain tentunya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sejak era SBY telah ada dan terus ditingkatkan. 

"Terakhir soal pemanfaatan atau adopsi teknologi yang minim, UMKM memerlukan akses dan pelatihan untuk penguatan SDM usaha,” papar Ibas. (ast/jpnn)


Berita Lainnya

Nasional

Fraksi Demokrat Dukung Pembentukan Panja Kasus Dugaan Impor Emas

Nasional

Covid Masih Tinggi Pertumbuhan Ekonomi Minus, FPD DPR Sebut Pemerintah Tak Optimalkan UU Corona

Nasional

Anggota DPR: Pasal perzinaan di RKUHP patut dikaji secara hati-hati

Nasional

Kasus Kilang Minyak Cilacap, Komisi VII DPR Diminta Panggil Dirut Pertamina

Nasional

SBY ke Ibas yang Jadi Doktor IPB: A New Beginning For You

Nasional

Batalkan Pungutan Pajak Kuliti Rakyat, Supadma: Jangan Bebani Rakyat Karena Gegabah Investasi "Ugal-Ugalan"

Nasional

Transmigran Morowali Diusir Perusahaan Menteri ATR Hanya Sedih

Nasional

Elite Demokrat Puji Pertemuan Anies-RK: Makin Banyak Alternatif

Berita: Nasional - Fraksi Demokrat Dukung Pembentukan Panja Kasus Dugaan Impor Emas •  Nasional - Covid Masih Tinggi Pertumbuhan Ekonomi Minus, FPD DPR Sebut Pemerintah Tak Optimalkan UU Corona •  Nasional - Anggota DPR: Pasal perzinaan di RKUHP patut dikaji secara hati-hati •  Nasional - Kasus Kilang Minyak Cilacap, Komisi VII DPR Diminta Panggil Dirut Pertamina •  Nasional - SBY ke Ibas yang Jadi Doktor IPB: A New Beginning For You •  Nasional - Batalkan Pungutan Pajak Kuliti Rakyat, Supadma: Jangan Bebani Rakyat Karena Gegabah Investasi "Ugal-Ugalan" •  Nasional - Transmigran Morowali Diusir Perusahaan Menteri ATR Hanya Sedih •  Nasional - Elite Demokrat Puji Pertemuan Anies-RK: Makin Banyak Alternatif •