352 WNA Cina Kembali Masuk ke Indonesia, Syarief Hasan: Kebijakan Pemerintah Kontraproduktif

Selasa, 11 Mei 2021 04:44

pak syarief h

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mempertanyakan masuknya kembali Warga Negara Asing (WNA) asal Cina di masa Pandemi COVID-19.

Pasalnya, Pemerintah telah membuat larangan mudik lebaran untuk memotong laju Pandemi COVID-19, namun masih membuka keran masuknya WNA ke Indonesia.

Syarief Hasan meminta ketegasan Pemerintah untuk melakukan pembatasan dan pelarangan WNA masuk ke Indonesia.

“Pemerintah mesti tegas, bukan hanya melarang masyarakat mudik lebaran, tetapi juga membatasi masuknya WNA dari beberapa negara yang terindikasi mengalami kenaikan kasus COVID-19,” ungkap Menkop, dan UKM ke 9 ini.

Ia pun menyesalkan masuknya WNA asal Cina yang merupakan episentrum pertama COVID-19 di tengah situasi Pandemi yang belum berkesudahan.

“Kebijakan Pemerintah kontraproduktif dengan membiarkan WNA asal Cina masuk ke Indonesia di tengah pelarangan mudik lebaran dalam negeri,” ungkapnya.

Memang, empat kloter pesawat carteran yang membawa 352 WNA Cina tiba di Bandara Maleo Morowali, Sulawesi Tengah. Pesawat carteran dengan menggunakan maskapai penerbangan Wings Air ini tiba pada Rabu, (5/5/2021).

WNA asal Cina tersebut langsung menuju ke lokasi pembangunan smelter di Morowali dan 89 WNA diantaranya akan melanjutkan perjalanan menuju PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

352 WNA Cina Tiba di Bandara Soekarno Hatta

Sebelumnya, penerbangan pesawat carteran Lion Air tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta yang juga mengangkut WNA asal Wuhan, Cina pada Ahad (2/5/2021).

Dua hari setelahnya, 85 WNA asal Cina kembali tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan pesawat carteran China Southern Airlines pada Selasa (4/5/2021).

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menegaskan agar Pemerintah fokus dalam upaya-upaya pengetatan masuknya WNA ke Indonesia.

“Kasus positif Covid-19 masih terus bertambah dari hari ke hari. Pemerintah harusnya mengambil langkah-langkah taktis untuk mengupayakan pencegahan penyebaran COVID-19 dari luar negeri,” ungkapnya.

Apalagi, berdasarkan konfirmasi dari Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan menyebutkan, 2 orang WNA Cina yang tiba pada Selasa (4/5/2021) teridentifikasi positif COVID-19. Sehingga harus menjalani isolasi di Hotel Hariston Bandengan, Jakarta Utara.

Syarief Hasan mengungkapkan, Pandemi COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan pelandaian yang cukup signifikan.

“Pemerintah harusnya memahami bahwa kita memiliki potensi kenaikan kasus seiring dengan maraknya WNA yang masuk ke Indonesia dari negara-negara episentrum COVID-19 di dunia,” ungkapnya.

Data COVID-19

Berdasarkan data terbaru dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyebutkan, kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 1,7 juta kasus dengan 46 ribu pasien diantaranya meninggal dunia per-sabtu, (8/5/2021). Sementara itu, kasus positif COVID-19 di dunia telah mencapai 156 juta kasus Covid-19.

Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mempertanyakan kebijakan Pemerintah yang terkesan kontradiksi.

“Pemerintah melakukan pengetatan dan pelarangan mudik, namun terkesan membiarkan masuknya WNA, bahkan ada diantara WNA tersebut yang terpapar Covid-19.

Hal ini tentu berbahaya bagi proses penanganan Pandemi Covid-19 sehingga Pemerintah harus mengambil kebijakan tegas untuk membatasi masuknya WNA ke Indonesia. “, tutup Syarief. (sir/cak)

Berita Lainnya

Nasional

Politisi Demokrat, Sartono Berbagi Hewan Kurban Disaat Pandemi

Nasional

Sartono Bagikan Puluhan Terop dan Ribuan Kursi ke Warga Ponorogo dan Pacitan

Nasional

Polemik Revisi Statuta UI Makin Panas, Partai Demokrat: Berhentikan Rektor UI Ari Kuncoro!

Nasional

Rektor Rangkap Jabatan, Statuta UI Diubah, Bramantyo Sebut 3 Masalah Utama

Nasional

Statuta UI Dirombak, Independensi Kampus dalam 'Gangguan'

Nasional

Tenaga Kesehatan Menjerit dan Jiwa Masyarakat Terancam, Politisi Demokrat: Pusat Jangan Main-main, Segera Drop Anggaran untuk Kebutuhan Daerah Hadapi Covid-19

Nasional

Karutan Depok Tersangka Narkoba, Anggota DPR Ingatkan soal Nusakambangan

Santoso Minta Polri Tindak Tegas Kartel Kremasi Jenazah Covid-19

Berita: Nasional - Politisi Demokrat, Sartono Berbagi Hewan Kurban Disaat Pandemi •  Nasional - Sartono Bagikan Puluhan Terop dan Ribuan Kursi ke Warga Ponorogo dan Pacitan •  Nasional - Polemik Revisi Statuta UI Makin Panas, Partai Demokrat: Berhentikan Rektor UI Ari Kuncoro! •  Nasional - Rektor Rangkap Jabatan, Statuta UI Diubah, Bramantyo Sebut 3 Masalah Utama •  Nasional - Statuta UI Dirombak, Independensi Kampus dalam 'Gangguan' •  Nasional - Tenaga Kesehatan Menjerit dan Jiwa Masyarakat Terancam, Politisi Demokrat: Pusat Jangan Main-main, Segera Drop Anggaran untuk Kebutuhan Daerah Hadapi Covid-19 •  Nasional - Karutan Depok Tersangka Narkoba, Anggota DPR Ingatkan soal Nusakambangan •  - Santoso Minta Polri Tindak Tegas Kartel Kremasi Jenazah Covid-19 •