Untitled Document Senin, 22 Juli 2019
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

8 Juli 2019 - Berita Nasional

Calon Tunggal DGS BI Ikuti Fit and Proper Test


fraksidemokrat.org, Jakarta - Bank Indonesia selama satu tahun terakhir menunjukkan perubahan yang adaptif. Bauran kebijakan BI dinilai mampu menjaga stabilitas rupiah. Adapun tantangan yang saat ini dihadapi di dalam negeri adalah defisit berjalan. 
Demikian antara lain pernyataan Destry Damayanti, calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia periode 2019-2024 dalam fit and proper test di hadapan Komisi XI DPR RI, Senin, 1 Juli 2019.  
Masa jabatan Mirza Adityaswara sebagai Deputi Gubernur Senior, berakhir Juli 2019. Pemilihan DGS BI ini bermula dari usulan Presiden RI kepada DPR RI berdasarkan Surat Presiden Nomor R-16/Pres/04/2019 pada tanggal 25 April 2019. 
 ‘’Travel online dan e-commerce akan mengalami peningkatan dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang. Tantangan yang dihadapi saat ini, memang tidak ringan, ditambah struktural masalah global saat ini. Untuk itu, dibutuhkan sinergi dari lembaga yang terkait dengan persoalan tersebut—BI semestinya harus jeli dan adaptif dengan instrumen yang dimilikinya. Ia melihat bahwa tugas dan tanggung jawab BI kedepannya tidak akan mudah, dan memerlukan adanya perubahan secara terus-menerus,’’ papar Destry.
Destry menjabarkan strategi yang akan dilaksanakan antara lain, pertama, optimalisasi bauran kebijakan. Optimalisasi ini berguna untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan (keuangan).
Kedua, pendalaman pasar keuangan. Baginya, pendalaman pasar keuangan sangatlah penting saat ini; BI harus terus berinovasi untuk menangani setiap masalah keuangan, utamanya masalah keuangan yang baru. Untuk itu, diperlukan harmonisasi di dalam badan BI sendiri.
Ketiga, pengembangan sistem pembayaran yang lancar, aman, efisien, dan inklusif. Destry menilai tantangan untuk BI memenuhi tuntutan pembayaran yang aman semakin nyata. Ia melihat fenomena volume pertumbuhan ¬e-money yang saat ini mencapai sekitar 40%. Peran BI dalam bisnis digital sangat penting dan perlu diperkuat serta perlu mendukung invovasi dan memperkuat masyarakat dalam hal keamanan (transaksi). BI terus berupaya untuk mendukung pembayaran non-tunai. Selain itu, Destry menilai, akses keuangan harus terus dapat dirasakan oleh masyarakat.
Keempat, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Destry menyatakan, sebagai negara (dengan penduduk) muslim terbanyak, Indonesia masih belum mampu memberikan pengaruh penting dalam perbankan syariah. Ia mengungkapkan bahwa BI telah menciptakan roadmap dalam pengembangan ekonomi syariah, antara lain; 1) Membangun mata rantai halal, 2) Bertumpu pada sektor keuangan, 3) Edukasi pendidikan ekonomi. Destry menjamin, kedepannya, BI akan bersinergi dengan sepuluh kementerian terkait dalam program Komite Nasional Keuangan Syariah.
Kelima, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam hal ini, Destry memandang BI harus bersinergi dengan pihak lain, misalnya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dalam hal kebijakan micro dan macro-financial. Baginya, perlu adanya peningkatan kerjasama yang baik dengan anggota DPR sebagai wakil rakyat. Forum internasional Bank Indonesia harus dapat mengakomodasi Indonesia di luar (negeri).
Sebagai penutup  Destry mengaku bahwa pengalamannya selama bekerja di dalam pemerintah, swasta, maupun akademisi; dapat menjadi modal dalam berkarya secara optimal di dalam Bank Indonesia, bila ia telah memperoleh kepercayaan sebagai DGS BI dari para anggota dewan. Pemaparan Destry memperoleh apresiasi, kemudian dibuka sesi tanya jawab.
Tutik Kusuma Wardhani dari FPD menilai, pengalaman serta rencana dari calon DGS BI sangat penting dalam mengatasi beberapa masalah seperti pengaturan perijinan uang non-tunai, serangan spekulan valas, dan permasalahan ekonomi makro lainnya. Tutik juga mengharapkan adanya kebijakan untuk penguatan UMKM. Sementara Marwan Cik Asan, Wakil Ketua Komisi XI yang juga dari FPD mengkritisi mengenai kebijakan program-program sosial BI, khususnya di Dapil.
Fit and proper test calon DGS BI periode 2019-2024, Destry Damayanti, ditutup Marwan Cak Asan, pada pukul 18:00 WIB. (CHY/MediaFPD)




LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2019