Untitled Document Minggu, 24 Maret 2019
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

11 Desember 2018 - Berita Nasional

Anggota FPD Eko Wijaya Dorong BPH Migas Naikkan Kuota BBM Babel Hingga 20 Persen


Fraksidemokrat.org. Bangka Belitung_Kegiataan perekonomian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya transportasi, pertambangan dan rumah tangga masih dipengaruhi oleh pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Agar perekonomian masyarakat di Bangka Belitung terus mengalami kenaikan kebutuhan BBM harus tersuplai dengan baik. Jangan sampai, kebutuhan BBM untuk masyarakat di Bangka Belitung terhambat, apalagi sampai terjadi kelangkaan.

“Perekonomian masyarakat kita sangat bergantung dengan ketersediaan BBM, khususnya solar bersubsidi. Seiring pertumbungan ekonomi kita, tentunya kebutuhan juga akan meningkat. Karena itu saya meminta ini juga jadi pertimbangan BPH Migas untuk menambah kuota BBM bersubsidi untuk Babel tahun 2019 nanti,” kata Eko Wijaya, anggota Komisi VII DPR RI, Dapil Bangka Belitung, kepada bangkapos.com, Senin (10/12/2018).

Komisi VII DPR RI lanjut Eko Wijaya merupakan mitra langsung dari BPH Migas. Karenanya dia mendesak agar adanya penambahan kuota BBM bersubdisi untuk Bangka Belitung.

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, BPH Migas merupakan badan negara yang memiliki kewenangan berdasarkan undang-undang untuk menetapkan kuota BBM di suatu daerah.

“Dalam waktu dekat ini akan segera ditetapkan kuota BBM secara nasional untuk tahun 2019. BPH Migas, sesuai dengan undang-undang punya kewenangan untuk menetapkan kuota BBM jenis tertentu, seperti solar, minyak tanah, bbm jenis penugasan lainnya seperti premium RON 88,” jelas Eko Wijaya.

Kebutuhan BBM, solar bersubsidi tahun 2018 untuk Bangka Belitung, berdasarkan data BPH Migas sebanyak 198.953 KL. Kebutuhan Babel ditaksir akan meningkat, karenanya realisasi tahun 2018 di wilayah Bangka Belitung pun diprediksi akan melebihi kuota yang ditetapkan.

“Kebutuhan masyarakat kita terhadap BBM jenis solar ini masih cukup tinggi. Tahun 2018 saja kuota kita mencapai 198.953 KL. Ini kita prediksi hingga akhir tahun akan meningkat. Dari realisasi ini terlihat kebutuhan BBM bersubsidi di Babel masih tinggi, karena itu kita minta ada kenaikan kuota BBM jenis solar tahun 2019. Rencana kita minta kenaikan kuota itu sampai 10 persen sampai 20 persen dari kuota tahun sebelumnya,” ujar Eko Wijaya.

Kenaikan kuota BBM ini tahun 2019 mencapai 10-20 persen ini, Eko mengharapkan juga ada perhatian serius dari pemerintah daerah di Bangka Belitung. Khususnya dalam melakukan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.

Pasalnya permasalahan yang kerap diterjadi di Bangka Belitung adanya penyaluran BBM yang tidak tepat sasaran. Imbasnya, masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkan BBM bersubdisi jenis solar.

“Kita harus syukuri kenaikan kuota BBM ini nantinya. Hanya kita juga minta pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya juga melakukan pengawasan secara bersama-sama agar solar subsidi yang disediakan oleh pemerintah ini tepat sasaran,” pungkas Eko Wijaya. ( sumber : Bangka Pos/***)


 





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2019