Untitled Document Kamis, 15 November 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

24 Oktober 2018 - Berita Nasional

Putu Rudana : Terget Muluk Kunjungan Wisata Jangan Rugikan Masyarakat!


fraksidemokrat.org, Jakarta—Dalam upaya memaksimalkan kunjungan wisata ke Tanah Air,  pemerintah harus memiliki strategi yang baik. Karen jika pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan pada 2019, maka tantangannya juga pasti berat dan harus dihadapi dengan strategi yang tepat.

Demikian dikatakan Anggota Komisi X DPR RI Putu Supadma Rudana, menanggapi target kunjunan wisata ke Indonesia. Jika pada 2018 pemerintah berusaha mencapai target 17 juta wisatawan, tahun 2019 sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara ditargetkan menikmati berbagai kawasan Tanah Air.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membuat aturan bebas visa untuk lebih dari 150 negara, memberikan kemudahan dengan membukaAirport International Flight. Selain itu promosi pariwisata akan gencar dilakukan di berbagai negara, khususnya Tiongkok, negara yang 10% dari masyarakatnya berkeliling dunia, termasuk ke Indonesia.

‘’Promosi penting. Target juga penting. Tapi aturan juga harus jelas. Karena bukan hanya melulu memikirkan target kunjungan, kita juga ingin wisatawan datang ke Indonesia untuk menikmati keindahan dan menghargai budaya kita. Kalau sekadar kunjungan yang banyak, tapi tidak dipikirkan dampaknya terhadap kebudayaan, bahaya juga,’’ kata Putu di Gedung MPR/ DPR Jakarta (23/10/18).

Selain itu, jangan sampai juga kelonggaran beriwisata ke Indonesia dimanfaatkan oleh masyarakat atau pihak luar negeri untuk bekerja. ‘’Ini harus dicegah. Harus jelas strategi dan aturan mainnya,’’ tukas Putu lagi. Putu mencontohkan, di Bali, banyak masalah muncul dari wisatawan yang berasal dari negara tertentu.

“Kalau masalah visa tidak diatur, yang terjadi bukan membangun pariwisata yang baik, sebaliknya akan menghancurkan. Polemik masalah tenaga kerja asing selama sekitar 4 tahun terakhir saya kira terjadi karena hal ini.’’

Karena itu, kata Putu, pariwisata jangan juga dijual murah. Karena kebijakan bebas visa bagi wisatawan dari 150 negara di dunia, berpotensi disalahgunakan. ‘’Jika terjadi serbuan tenaga kerja dengan alasan wisata, di daerah wisata usaha kecil menengah lokal terancam. Bukan untung, dalam jangka panjang, masyarakat justru merugu. Makanya, regulasinya harus jelas,’’ tegas Putu. (Salsabila, Adinda, Intan)





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018