Untitled Document Kamis, 15 November 2018
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

2 Agustus 2018 - Berita Nasional

Marwan: Masukan SBY Bijak dan Konstruktif


fraksidemokrat.org, Jakarta - Kelompok the bottom 40(baca: 40 persen penduduk golongan bawah) harus menjadi perhatian serius pemerintah sekarang. Dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia 263 juta jiwa, maka ada sekitar 100 juta jiwa berpendapatan rendah. Masukan ini, disampaikan Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun twitter @SBYudhoyono.

Menanggapi twit ini, Wakil Ketua Komisi XI Marwan Cik Asan menegaskan, masukan SBY bukan mencerminkan sikap bijaknya sebagai pemimpin. ‘’Tetapi juga menunjukkan kapasitasnya yang mumpuni, mampu merefleksikan pengalaman kerjanya selama memimpin Indonesia dan menyampaikannya sebagai pemikiran konstruktif,’’ kata Marwan.

‘’Masalahnya, apakah pemerintah mau mendengarkan? Dan mau jujur mengaku bahwa masukan beliau sangat layak didengar? Selama ini juga, Pak SBY sudah sering memberikan masukan terkait masalah-masalah ekonomi, sosial dan poiitik,’’ lanjut Marwan.

Dikatakan Marwan, SBY juga menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang tulus dan menolak cara-cara tidak beradab dalam menyampaikan kritik atau masukan. ‘’Lihat saja, di twit-nya beliau mengatakan: Biasanya dalam musim pemilu, kalau berbeda posisi langsung dihajar.Saya bukan tipe manusia seperti itu. Kalau benar, harus saya dukung.Nah, pernyataan ini menunjukkan bahwa beliau tidak segan mendukung program pemerintah yang memihak rakyat, apapun itu,’’ tutur Marwan.

SBY, dalam hal ini, mendukung kebijakan pemerintah yang akan menunda sebagian proyek infrastruktur untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. ‘’Hal ini sudah lama saya sarankan,’’ kata SBY. ‘’Keputusan @ kebijakan pemerintah tsb (kalau benar), TEPAT. Saya ikut mendukung. Karena berarti, negara UTAMAKAN RAKAT,’’ lanjut SBY lagi melalui twitternya.

Di akun tersebut juga, SBY memberikan klarifikasi terkait pernyataan mengenai the bottom 40  yang perlu diperhatikan.  Bahwa istilah the bottom 40  diambil dari metode yang digunakan oleh World Bank Group yaitu 40 persen penduduk golongan bawah dimasing-masing negara. Dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia 263 juta jiwa, maka ada sekitar 100 juta jiwa penduduk Indonesia yang berpendapatan rendah.

Menurut SBY, di negara berkembang yang pendapatan per kapitanya belum tinggi, mereka tersebut masuk dalam kategori sangat miskin (very poor), miskin (poor), dan hampir miskin (near poor). Kelompok inilah yang menurut SBY harus dibebaskan dari kemiskinan dan ditingkatkan taraf hidupnya, dengan meningkatkan pendapatan mereka.

Kelompok the bottom 40  sangat rawan dan mudah terdampak jika terjadi kemerosotan ekonomi, terutama jika terjadi kenaikan harga, termasuk sembako. Dengan terjadinya pelemahan ekonomi, kelompok ini akan mengalami persoalan. Ini diketahui oleh Bapak SBY setelah melakukan survey dan  serangkaian kunjungan dan dialogdengan ribuan rakyat dipuluhan kabupaten/kota.

‘’Jadi sekali lagi, di titik inilah pemerintah harus memberi perhatian serius. Itu penegasan Pak SBY,’’ kata Marwan.

Terkait dengan rilis BPS tentang angka kemiskinan yang saat ini sekitar 26 juta jiwa atau 9,8 persen, SBY menyatakan sangat mengerti dan percaya dengan angka tersebut dan dapat memahami bahwa tidak mudah untuk menurunkan angka kemiskinan.

Pada era pemerintahan SBY selama 10 tahun, berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 6 persen dengan program pro rakyat yang massif. Dimasa pemerintahan Jokowi yang  telah berlajan 3 tahun, baru berhasil menurunkan angka kemiskinan 1 persen.

‘’Tentu, sebagaimana juga Pak SBY katakan, kita doakan semoga diakhir 2019 angka kemiskinan turun hingga 3 persen.’’ (media-fpd)





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2018