Untitled Document Jumat, 20 Oktober 2017
Untitled Document
HOME | BERITA | STRUKTUR ORGANISASI | VISI-MISI | AGENDA | PROFIL ANGGOTA | GALERI FOTO | VIDEO | MAJALAH | LINK
Untitled Document

BERITA

Nasional | Internasional | Parlemen

12 Oktober 2017 - Berita Nasional

Putu Supadma Rudana : Pengelolaan Museum di Indonesia Belum Komprehensif Karena Minimnya Anggaran


Fraksidemokrat.org. Jakarta_ Dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia yang ketiga, Kamis (12/10/2017), Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana melakukan Sidak ke beberapa museum untuk mengetahui keadaan dan kondisi Museum. salah satunya adalah Museum DPR RI yang berada di Gedung KK DPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Menurut Putu, Museum DPR RI merupakan Museum bidang politik yang memperlihatkan perjalanan sebuah bangsa yang tidak terlepas bagaimana peran rakyat Indonesia dalam menentukan pemimpinnya dan perwakilannya.

"Museum ini memperlihatkan peran, tugas dan fungsi DPR dan MPR yang mulia sejak awal berdirinya, perannya sangat besar salah satunya dalam mengukuhkan dan meneguhkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 45. Saya berharap kepada sebagian masyarakat jangan hanya melihat dari satu sisi dan oknumnya, tetapi proses demokrasinya yang penuh nilai sejarah kebangsaan, Sehingga peran positif dan mulia DPR dapat terlihat secara komprehensif dimuseum ini," Ujarnya saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta.

Putu juga melihat masih banyaknya koleksi di Museum DPR yang kurang lengkap, perlu peningkatan dan konsep yang lebih komprehensif didalam mengelola dan menampilkan sejarah dan perjalanan DPRRI dalam Mengawal Demokrasi di Indonesia. Ia pun terlihat sedikit kecewa karena hanya bertemu dengan Pamong budaya (penjaga museum) saja. Menurutnya, permasalahan kondisi museum harus dijelaskan oleh pimpinan museum.

"Saya tadinya berharap bertemu dengan Pimpinan Museum ini untuk mencari tau permasalahan museum ini. Yang pasti kita akan mendorong dari kelembagaan dan anggaran, agar semua stackeholder dapat memberikan kontribusi maksimal kepada museum di Indonesia. Ke depan saya berharap Museum DPRRI  ini mempunyai ruang yang lebih luas dan representatif dan posisinya strategis guna memudahkan para pengunjung untuk menikmati koleksi dan narasinya, seperti museum kepresidenan di Istana bogor. Kedepan bisa saja nanti kita membuat patung pimpinan DPR dari pertama hingga sekarang lalu digitalisasi foto-foto perkembangan DPR RI dan digitalisasi dokumen-dokumen awal terbentuknya DPR RI, agar masyarakat lebih mendapatkan informasi secara menyeluruh dan mengetahui secara lengkap. Disamping itu peningkatan dalam bidang tata letak, tata kelola dan marketing museum tentu perlu ditingkatkan agar museum dapat menjadi tujuan utama dan pertama para wisatawan," ungkapnya. 

"Kehadiran dan kunjungan berbagai pihak ke gedung wakil rakyat ini diharapkan kedepan pertama dan diawali dengan mengunjungi museum DPRRI untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai peran penting perwakilan rakyat ini dalam memperjuangkan aspirasi dan keinginan rakyat dalam tujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia, sehingga semua kegiatan sebelum para pengunjung berkeliling gedung rakyat ini, sudah melihat dan memahami narasi dari gagasan yang ada di gedung DPRRI," tuturnya.

Anggota Komisi X DPR asal Bali ini berharap, Sapta Karsa dapat diwujudkan guna memuliakan permuseuman di Indonesia yang tentu memiliki berbagai tantangan yang salah satunya yaitu Penganggaran komprehensif untuk Museum dan adanya visi besar dari pemerintah atas politik kebudayaan dalam berbangsa dan bernegara agar Museum dapat menjadi rumah besar kebudayaan Nusantara. Sapta Karsa merupakan Tujuh keinginan segenap permuseuman Indonesia, dari aspirasi mewujudkan UU Permuseuman, Pembentukan Badan Museum, Pembentukan Lembaga Sertifikasi dan Akreditasi, Penganggaran yang lebih komprehensif, peningkatan dan pengaturan SDM yang lebih terkelola baik dan berjenjang, Kelembagaan Museum yang Lebih Strategis, serta Menghadirkan Kembali Gerakan Nasional Cinta Museum.

"Selama ini manajemen pengelolaan museum belum komprehensif, minim anggaran, dan lemah pengelolaan sumber daya manusianya. Anggaran yang tersedia hanya menjangkau revitalisasi fisik, tata letak saja belum mampu memberikan peningkatan baik dalam managemen yang baik ataupun marketing yang lebih terarah dan terfokus kepada peningkatan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap museum. Tentu Ini tidak cukup. Kita akan tunggu dan lihat pada pembahasan anggaran 2018 nanti, saya sudah ajukan gagasan untuk meningkatkan peran museum dan memberikan dukungan anggaran program bagi museum-museum di Indonesia dalam perannya menggaungkan nilai-nilai luhur mulia peradaban dan kebudayaan Indonesia," ucapnya.

Putu yang juga ketua karang taruna Bali ini pun berharap, momentum hari museum Indonesia mampu menggerakan dan menumbuhkan minat masyarakat untuk mengenal, memahami, mencintai, dan selanjutnya memanfaatkan museum sebagai tempat inspirasi, rekreasi sekaligus tempat edukasi bagi semua pihak. Ia juga mengajak dan mengundang para pemuda agar datang langsung ke Museum, hadir secara langsung guna melihat secara langsung mahakarya-mahakarya mulia peninggalan masa lalu bukan hanya penulusuran melalui Internet ataupun dunia maya. Juga seraya Putu, Menyosialisasikan Gerakan Bela Budaya dan Cinta Museum.

"Kehadiran Museum itu penting karena kita dapat secara langsung melihat dan berinteraksi dengan mahakarya, Artefak ataupun objek secara jelas untuk memahami makna sejarah dan keluhuran nilainya. ini sangat berbeda dengan penulusuran melalui internet yang hanya menyajikan informasi latar belakang dalam bentuk penjelasan singkat dan gambar, Jadi lebih baik dan komprehensif jika datang langsung ke Museum untuk mendapatkan kemuliaan gagasan dan pencapaian para pendahulu kita," Pungkasnya.

Putu selaku ketua umum AMI mengucapkan Selamat Hari Museum Indonesia terkhusus penghargaan yang tinggi kepada para pengabdi, pejuang, pelestari, penggaung dan pengelola museum di Indonesia yang tanpa kenal lelah selalu memuliakan sejarah, memuliakan warisan luhur bangsa dan memuliakan kemuliaan nusantara.  Penghargaan yang tinggi juga disampaikan Ketua Umum ini kepada semua pihak yang telah dan terus memberikan kontribusi positif kepada permuseuman Indonesia. Selamat merayakannya di semua Museum dengan berbagai kegiatan di museum masing-masing. Jaya terus permuseuman Indonesia. (Putu Supadma Rudana, Ketua Asosiasi Museum Indonesia / Anggota Komisi X DPR RI/***)





LINK WEBSITE

Website Kepresidenan & Wakil Presiden
Website Kementrian
Website Lembaga Tinggi Negara
Website Media
Website Organisasi Internasional

www.demokrat.or.id

DPP PARTAI DEMOKRAT

MEDIA SOSIAL FPD

Twitter: @FPD_DPR

Facebook: Fraksi Partai Demokrat
 

Copyright © Fraksi Partai Demokrat - 2017